← Kembali ke Katalog
Katalog/Relationship & Kehidupan Sosial/MATI DI DALAM Mengapa Kita Masih Bertahan Saat Cinta Sudah Hilang

MATI DI DALAM Mengapa Kita Masih Bertahan Saat Cinta Sudah Hilang

Kategori: Relationship & Kehidupan Sosial | Dilihat: 8 Kali

Harga Saat Ini

Rp 24.000 Rp 30.000

Preview Audio

Dengarkan cuplikan singkat sebelum membeli.

Preview utama

Detail Produk

Kode Produk:PRD-502A824C
Bahasa:Indonesia
Format:MP3
Penulis:Aldi Ramadhan
Narator:Daffa Mahendra
Durasi:00:40:48
Penerbit:Pustaka Cahaya
Peringkat:4.9

Share:

Deskripsi

Dalam buku terbarunya yang berjudul MATI DI DALAM: Mengapa Kita Masih Bertahan Saat Cinta Sudah Hilang, Aldi Ramadhan membawa pembaca ke dalam labirin emosi yang gelap namun sangat manusiawi. Buku ini bukan sekadar narasi tentang perpisahan, melainkan sebuah studi mendalam tentang alasan mengapa seseorang memilih untuk menetap di sebuah ruang yang sudah lama kehilangan cahayanya. Seringkali, kita merasa terjebak dalam rutinitas yang hampa, di mana cinta telah lama menguap, namun ketakutan akan ketidakpastian masa depan membuat kita enggan melangkah pergi dari kenyamanan yang menyakitkan.

Aldi Ramadhan dengan piawai mengupas lapisan-lapisan psikologis yang sering kali kita sembunyikan dari diri sendiri. Ia mempertanyakan apakah kenyamanan dalam rasa sakit lebih baik daripada ketakutan akan kesepian. Melalui narasi yang tajam dan reflektif, penulis mengajak kita melihat kembali arti dari komitmen yang dipaksakan. Apakah bertahan adalah bentuk kesetiaan yang luhur, ataukah justru sebuah pengkhianatan terhadap kebahagiaan diri sendiri? MATI DI DALAM memberikan ruang bagi pembaca untuk mengakui bahwa mereka tidak sendirian dalam perasaan hampa tersebut yang menyiksa batin setiap hari.

Lebih jauh lagi, buku ini membahas tentang beban sosial dan ekspektasi lingkungan yang sering kali menjadi penjara tak kasat mata bagi banyak pasangan. Banyak orang bertahan hanya karena tidak ingin dianggap gagal dalam menjalin hubungan atau takut akan stigma masyarakat. Namun, Aldi menekankan bahwa hidup dalam kepura-puraan adalah cara tercepat untuk mematikan jiwa secara perlahan. Dengan bahasa yang puitis namun tetap lugas, Pustaka Cahaya menghadirkan sebuah karya yang sangat relevan bagi siapa saja yang sedang berada di persimpangan jalan emosional.

Di akhir perjalanannya, buku ini menawarkan perspektif tentang pemulihan dan keberanian untuk melepaskan demi kesehatan mental. Memilih untuk pergi bukan berarti kalah, melainkan sebuah langkah awal untuk menghidupkan kembali bagian dalam diri yang telah lama padam. MATI DI DALAM: Mengapa Kita Masih Bertahan Saat Cinta Sudah Hilang adalah teman perjalanan bagi jiwa-jiwa yang sedang mencari jalan pulang menuju diri mereka yang sebenarnya, di tengah keraguan yang menyelimuti langkah mereka.

#MatiDiDalam #AldiRamadhan #PsikologiCinta #SelfHealing #PustakaCahaya

Produk Terkait