PENJAGA JAM BINTANG TERAKHIR Waktu yang Terhenti di Kota Atas Awan
Kategori: Anak & Remaja, Ceriita Dongeng Anak | Dilihat: 0 Kali
Harga Saat Ini
Preview Audio
Dengarkan cuplikan singkat sebelum membeli.
Detail Produk
Deskripsi
Halo, Adik-adik manis dan para orang tua yang hebat! Siapkan imajinasi kalian, kencangkan sabuk pengaman di kursi terbang kalian, dan tarik napas dalam-dalam... Huuuuuuusss! Kita akan terbang menembus langit biru, melewati burung-burung yang bernyanyi, hingga sampai ke sebuah tempat yang belum pernah kalian lihat sebelumnya. Selamat datang di sebuah dunia yang tersembunyi di balik gumpalan putih yang lembut. Inilah PENJAGA JAM BINTANG TERAKHIR: Waktu yang Terhenti di Kota Atas Awan. Sebuah petualangan yang akan membuat jantungmu berdebar deg-deg-deg karena seru, tapi juga membuat hatimu hangat karena penuh keajaiban!
Selamat Datang di Kota yang Paling Ajaib di Semesta! Bayangkan sebuah kota di mana kalian tidak butuh mobil atau motor. Di atas awan yang empuk seperti kapas raksasa, ada sebuah tempat bernama Kota Atas Awan. Di sini, rumah-rumahnya bukan dari batu bata, tapi dari balon-balon raksasa warna-warni yang melayang-layang tertiup angin sepoi-sepoi. Jalannya? Oh, kalian pasti akan menyukainya! Jalannya terbuat dari pelangi yang kenyal. Boing! Boing! Boing! Kalau kalian melompat di atasnya, tubuh kalian akan melenting tinggi sekali, seolah-olah kalian punya per di kaki! Langitnya selalu berwarna ungu muda dan jingga, dan udaranya beraroma seperti permen kapas stroberi yang baru saja matang. Nyam!
Kenalan dengan Pahlawan Kita: Beno dan Cipi yang Pemberani! Di tengah kota yang ceria ini, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Beno. Beno adalah calon pilot paling hebat di seluruh langit! Dia selalu memakai topi pilot cokelat dengan kacamata besar yang berkilau. Di punggungnya, ada ransel ajaib yang punya sayap kecil. Kalau Beno berlari cepat, sayap itu akan mengepak Wuss! Wuss! dan membantunya terbang melesat. Tapi Beno tidak sendirian. Di bahunya, selalu ada Cipi. Cipi adalah seekor rubah kecil yang ekornya bersinar terang seperti bintang jatuh. Cipi tidak bisa bicara seperti manusia, tapi dia bisa mengeluarkan suara “Pik-pik!” yang artinya “Ayo berangkat!” atau “Hati-hati, Beno!” Mereka adalah tim terbaik yang pernah ada!
Gawat! Waktu di Kota Atas Awan Berhenti! Suatu hari, saat semua penduduk sedang bersiap-siap untuk Pesta Bintang Tahunan, sebuah kejadian aneh terjadi. Tik... tok... tik... Tiba-tiba... HENING. Jam Bintang Raksasa yang ada di pusat kota—jam yang menggerakkan matahari, bulan, dan semua keceriaan di dunia—mendadak berhenti berputar. Jarum jamnya yang terbuat dari cahaya beku tidak lagi bergerak. Zlap! Warna-warni di Kota Atas Awan mulai memudar menjadi abu-abu. Pelangi yang kenyal menjadi keras, dan balon-balon rumah tidak lagi melayang. Yang paling gawat, matahari terjebak di balik awan dan tidak mau terbit! Jika Jam Bintang tidak segera dinyalakan kembali dengan "Bintang Terakhir", maka selamanya Kota Atas Awan akan menjadi gelap dan semua orang akan tertidur dalam keheningan. "Cipi! Kita harus melakukan sesuatu!" seru Beno sambil membetulkan letak kacamatanya. "Kita harus mencari Bintang Terakhir di puncak Gunung Guntur dan membawanya pulang sebelum waktu benar-benar habis!"
Petualangan Menegangkan Menembus Badai dan Kabut! Petualangan pun dimulai! Beno dan Cipi harus melewati rintangan yang luar biasa seru. Mereka harus terbang menembus Hutan Awan Mendung yang gelap dan penuh dengan suara Glegar! Glegar! petir yang bermain musik. Beno harus menggunakan ransel sayapnya untuk bermanuver, berbelok ke kiri dan ke kanan, menghindari tetesan hujan raksasa yang rasanya seperti jus jeruk asam. Lalu, munculah si penghalang utama: Si Kabut Mengantuk. Makhluk besar yang lembut tapi nakal ini ingin semua orang tidur supaya dia bisa menguasai kota. Si Kabut menyemprotkan uap yang membuat mata Beno terasa sangat berat. "Hoaaaammm... Cipi, aku... aku mengantuk sekali," bisik Beno. "PIK! PIK! PIK!" Cipi berteriak kencang dan menggoyangkan ekor bintangnya tepat di depan hidung Beno. Cahaya terang Cipi mengusir rasa kantuk itu! "Terima kasih, Cipi! Kita tidak boleh menyerah!" Beno melompat dari satu gumpalan awan ke awan lainnya. Hap! Hap! Hap! Mereka harus memanjat Tangga Cahaya yang sangat tinggi untuk mencapai Jam Bintang Terakhir.
Kenapa Kalian Harus Mendengarkan Cerita Ini? Adik-adik, apakah Beno akan berhasil memasang Bintang Terakhir itu tepat waktu? Bagaimana cara Beno mengalahkan Si Kabut Mengantuk yang licik? Dan apakah Kota Atas Awan akan kembali berwarna-warni dan ceria lagi? Cerita "PENJAGA JAM BINTANG TERAKHIR" bukan hanya tentang terbang dan melompat. Ini adalah cerita tentang keberanian meskipun kita merasa kecil. Ini tentang bagaimana persahabatan antara Beno dan Cipi bisa mengalahkan kegelapan yang paling pekat sekalipun. Dalam cerita ini, kalian akan diajak untuk: 1. Berimajinasi tanpa batas: Merasakan sensasi melompat di jalan pelangi dan terbang dengan ransel bersayap. 2. Belajar Pantang Menyerah: Seperti Beno yang tetap maju meski rintangannya besar. 3. Aksi yang Seru: Setiap halaman penuh dengan gerakan, suara-suara ajaib, dan ketegangan yang menyenangkan untuk anak usia PAUD. Ayo, Ayah dan Bunda, bacakan cerita ini untuk si kecil sebelum tidur. Biarkan mereka bermimpi tentang Kota Atas Awan, di mana mereka bisa menjadi pahlawan yang menyelamatkan waktu. Siapkan suara terbaik kalian untuk menirukan bunyi Wuss! dan Boing! agar petualangan Beno terasa semakin nyata di telinga mereka. Bersiaplah... karena petualangan paling tinggi di langit akan segera dimulai! Jangan sampai ketinggalan, karena Jam Bintang sudah hampir berhenti total! Ayo bantu Beno dan Cipi sekarang juga!
#DongengAnak #KotaAtasAwan #PetualanganBeno #CeritaPAUD #PenjagaJamBintang
Produk Terkait
AudioBook15%
AudioBook15%
AudioBook15%
AudioBook15%
AudioBook15%