← Kembali ke Katalog
Katalog/Anak & Remaja/RAHASIA PASANG SURUT LAUTAN Pengaruh Gravitasi Bulan Pada Air

RAHASIA PASANG SURUT LAUTAN Pengaruh Gravitasi Bulan Pada Air

Kategori: Anak & Remaja, Ceriita Dongeng Anak | Dilihat: 0 Kali

Harga Saat Ini

Rp 8.500 Rp 10.00015%

Preview Audio

Dengarkan cuplikan singkat sebelum membeli.

Preview utama

Detail Produk

Bahasa:Indonesia
Format:MP3
Penulis:Kak Nisa
Narator:Ayu
Durasi:32:21
Penerbit:Duta Ilmu Press
Peringkat:5.00

Share:

Deskripsi

Halo, Ayah, Bunda, dan Adik-adik yang hebat! Apakah kalian siap untuk memulai sebuah petualangan yang luar biasa? Bayangkan sebuah tempat di mana pasirnya terasa hangat di antara jemari kaki, aroma laut yang segar menari-nari di hidung, dan suara ombak terdengar seperti nyanyian pengantar tidur yang merdu. Hari ini, kita tidak hanya akan bermain air, tapi kita akan menyingkap salah satu rahasia terbesar alam semesta yang tersembunyi di balik gulungan ombak. Mari kita berkenalan dengan teman baru kita yang sangat ceria! *** Di tepi pantai yang berpasir lembut, hiduplah seorang anak perempuan bernama Lulu. Lulu punya rambut ikal yang suka memantul-mantul kalau dia berlari. Boing! Boing! Lulu juga selalu memakai topi kuning kesayangannya. Wah, ceria sekali! Sore itu, langit berwarna oranye cerah seperti jus jeruk yang segar. Wuuuush... angin laut meniup telinga Lulu dengan lembut. Lulu sedang sibuk sekali di pinggir pantai.

Dia membawa ember merah dan sekop biru. Puk! Puk! Puk! Lulu menepuk-nepuk embernya. "Jadi! Istanaku sudah jadi!" seru Lulu dengan bangga. Ia baru saja membangun sebuah istana pasir yang megah, lengkap dengan parit di sekelilingnya. Lulu ingin parit itu terisi air laut agar terlihat seperti kerajaan sungguhan. Ia menunggu ombak datang mendekat. Namun, sesuatu yang aneh terjadi. Tadi, air laut masih berada dekat dengan kaki Lulu. Tapi sekarang, kenapa airnya tampak berjalan menjauh? Semakin lama, air laut semakin mundur ke tengah, meninggalkan kerang-kerang kecil dan rumput laut yang basah di atas pasir. "Lho? Laut, kamu mau ke mana?" tanya Lulu heran. Ia memiringkan kepalanya, membuat topi kuningnya ikut miring. "Jangan pergi dulu, aku mau mengisi parit istanaku!" Lulu mencoba mengejar air itu dengan ember merahnya, tapi air laut seolah-olah sedang bermain petak umpet. Ia terus menjauh dan menjauh. Pantai yang tadinya sempit kini menjadi sangat luas. Lulu melihat kepiting-kepiting kecil keluar dari lubangnya, tampak bingung karena rumah mereka tiba-tiba menjadi kering. Lulu duduk di atas pasir yang mulai mendingin. Ia memandangi cakrawala. Tak lama kemudian, sang surya yang berwarna oranye mulai berpamitan untuk tidur, dan perlahan-lahan, seekor "bola perak" raksasa muncul di langit. Itulah Sang Bulan.

Malam ini, Bulan tampak sangat besar, bulat, dan bersinar terang, seolah-olah sedang tersenyum langsung kepada Lulu. Tiba-tiba, sebuah keajaiban terjadi. Dari pantulan sinar bulan di atas permukaan air yang tenang, Lulu seolah mendengar bisikan lembut. "Halo, Lulu yang manis..." Lulu terbelalak. "Siapa itu?" "Aku adalah Bulan, teman malammu," jawab suara itu dengan hangat. "Jangan sedih karena air laut menjauh. Aku sedang memanggil mereka untuk berdansa sejenak bersamaku." Lulu menatap Bulan dengan penuh rasa ingin tahu. "Memanggil mereka? Bagaimana caranya, Bulan? Kamu kan jauh sekali di atas sana!" Sang Bulan tertawa lembut, suaranya seperti denting lonceng perak. "Meskipun aku jauh, aku punya tangan ajaib yang tak terlihat, Lulu. Namanya adalah Gravitasi. Tangan ajaib ini seperti magnet rahasia yang sangat kuat. Saat aku muncul, aku menarik air laut dengan lembut agar mendekat kepadaku. Itulah sebabnya air laut tampak menjauh dari pantaimu, karena mereka sedang berkumpul di bagian bumi yang lain untuk menyapa aku." Lulu mengangguk-angguk, rambut ikalnya memantul boing-boing. "Ooh, jadi air laut sedang 'memeluk' Bulan ya?"

"Betul sekali, Lulu! Dan nanti, saat aku sudah bergeser lebih jauh, air laut akan kembali lagi ke pantaimu. Mereka akan datang membawa oleh-oleh berupa kerang baru dan air yang segar untuk mengisi parit istanamu. Itu namanya Pasang dan Surut. Seperti napas bumi yang teratur... tarik napas, buang napas..." Lulu merasa sangat takjub. Ia baru tahu kalau Bulan yang cantik itu punya tugas yang sangat penting. Bukan hanya menerangi malam, tapi juga menjadi dirigen musik bagi ombak di lautan. Lulu membayangkan ada tali-tali cahaya tak terlihat yang menghubungkan Sang Bulan dengan tetesan air di laut. Sebuah tarian raksasa antara langit dan bumi! Malam itu, Lulu pulang dengan hati yang penuh kegembiraan. Ia tidak lagi kesal saat air laut menjauh, karena ia tahu bahwa air itu hanya sedang memenuhi undangan berdansa dari Sang Bulan. Di bawah selimutnya yang hangat, Lulu membayangkan dirinya ikut menari di atas ombak, ditarik lembut oleh gravitasi kasih sayang alam semesta.

Ayah dan Bunda, cerita "RAHASIA PASANG SURUT LAUTAN: Pengaruh Gravitasi Bulan Pada Air" adalah sebuah pintu gerbang bagi imajinasi si kecil untuk mengenal sains dengan cara yang paling manis. Melalui karakter Lulu yang menggemaskan, anak-anak akan belajar tentang fenomena alam yang kompleks tanpa merasa sedang belajar. Mereka akan belajar tentang kesabaran, tentang keteraturan alam, dan betapa luar biasanya ciptaan Tuhan yang saling terhubung satu sama lain. Buku dongeng ini dirancang khusus dengan kalimat-kalimat yang berima, suara-suara onomatope yang menyenangkan seperti Wuuuush dan Puk! Puk!, serta ilustrasi mental yang akan membuat anak-anak betah mendengarkannya berkali-kali sebelum tidur. Jangan lewatkan kesempatan untuk memeluk si kecil sambil membacakan rahasia alam ini. Mari ajak mereka melihat ke jendela malam ini, menatap bulan, dan membisikkan, "Terima kasih, Bulan, sudah menjaga laut kita!" Dapatkan ceritanya sekarang dan jadikan waktu bercerita menjadi momen yang tak terlupakan! Apakah istana pasir Lulu akan terisi air esok pagi? Ayo, kita cari tahu jawabannya bersama-sama!

#DongengAnak #SainsUntukPaud #CeritaLulu #PasangSurutLaut #BelajarSambilBercerita