← Kembali ke Katalog
Katalog/Relationship & Kehidupan Sosial/TERLALU SERING MEMAAFKAN ITU BERBAHAYA Belajar Tegas Demi Hubungan Yang Lebih Sehat

TERLALU SERING MEMAAFKAN ITU BERBAHAYA Belajar Tegas Demi Hubungan Yang Lebih Sehat

Kategori: Relationship & Kehidupan Sosial | Dilihat: 8 Kali

Harga Saat Ini

Rp 24.000 Rp 30.000

Preview Audio

Dengarkan cuplikan singkat sebelum membeli.

Preview utama

Detail Produk

Kode Produk:PRD-BD9BF382
Bahasa:Indonesia
Format:MP3
Penulis:Deni Firmansyah
Narator:Putri Larasati
Durasi:00:41:43
Penerbit:Pustaka Cahaya
Peringkat:4.9

Share:

Deskripsi

Dalam kehidupan sosial, memaafkan sering kali dianggap sebagai kebajikan tertinggi. Namun, Deni Firmansyah melalui bukunya yang berjudul Terlalu Sering Memaafkan Itu Berbahaya: Belajar Tegas Demi Hubungan Yang Lebih Sehat, mencoba membedah sisi lain dari kedermawanan hati yang tidak terkendali. Sering kali, kemudahan kita dalam memberikan maaf justru menjadi bumerang yang merusak kesehatan mental dan harga diri. Buku ini hadir untuk menyadarkan kita bahwa ada garis tipis antara kemurahan hati dan pembiaran terhadap perilaku buruk orang lain yang dapat merugikan diri sendiri secara terus-menerus.

Terlalu Sering Memaafkan Itu Berbahaya: Belajar Tegas Demi Hubungan Yang Lebih Sehat menjelaskan secara mendalam bagaimana pola perilaku "people pleasing" dapat terbentuk sejak dini. Penulis memaparkan bahwa ketika seseorang selalu memaafkan tanpa adanya perubahan nyata dari pihak lawan, hal itu sebenarnya memberikan lampu hijau bagi orang lain untuk terus menyakiti atau meremehkan kita. Ketegasan bukan berarti kekejaman, melainkan sebuah bentuk perlindungan diri agar kita tetap dihargai dalam sebuah dinamika hubungan, baik itu dalam lingkup asmara, pertemanan, maupun hubungan profesional di dunia kerja.

Melalui gaya bahasa yang lugas dan mudah dipahami, Deni Firmansyah memberikan langkah-langkah konkret bagi pembaca untuk mulai membangun batasan atau boundaries yang kuat. Pembaca diajak untuk mengenali tanda-tanda manipulasi emosional dan belajar cara mengatakan tidak tanpa harus merasa bersalah. Kesehatan mental kita adalah prioritas utama, dan hubungan yang sehat seharusnya dibangun di atas landasan saling menghormati, bukan hanya sekadar kepatuhan satu pihak yang terus-menerus mengalah demi menjaga kedamaian semu yang melelahkan jiwa.

Sebagai penutup, buku ini menekankan bahwa mencintai diri sendiri adalah langkah awal yang paling krusial untuk menciptakan hubungan yang berkualitas dengan orang lain. Dengan berhenti menjadi pribadi yang terlalu mudah memaafkan hal-hal yang sifatnya prinsipil, kita sebenarnya sedang mendidik orang lain tentang cara memperlakukan kita dengan benar. Buku ini adalah panduan wajib bagi siapa saja yang merasa lelah secara emosional karena sering dimanfaatkan. Segera miliki buku ini untuk memulai transformasi hidup yang lebih berdaya, berwibawa, dan bahagia.

#Psikologi #SelfImprovement #HubunganSehat #KesehatanMental #DeniFirmansyah

Produk Terkait