← Kembali ke Katalog
Katalog/Anak & Remaja/BIMO DAN TEMAN BARU DARI NEGERI PELANGI Indahnya Menghargai Perbedaan

BIMO DAN TEMAN BARU DARI NEGERI PELANGI Indahnya Menghargai Perbedaan

Kategori: Anak & Remaja, Ceriita Dongeng Anak | Dilihat: 0 Kali

Harga Saat Ini

Rp 8.500 Rp 10.00015%

Preview Audio

Dengarkan cuplikan singkat sebelum membeli.

Preview utama

Detail Produk

Bahasa:Indonesia
Format:MP3
Penulis:Kak Nisa
Narator:Ayu
Durasi:33:05
Penerbit:Duta Ilmu Press
Peringkat:5.00

Share:

Deskripsi

Halo, Ayah, Bunda, dan Adik-adik yang ceria! Coba ambil napas dalam-dalam... Huuuung... Haaaa... Wah, apakah kalian mencium aroma manis? Seperti bau gula kapas yang diputar-putar di pasar malam? Pasang telinga baik-baik, ya. Sssttt... kita akan pergi ke tempat yang sangat, sangat, sangat ajaib. Jauh di balik awan yang sering kita lihat saat sore hari, ada sebuah tempat rahasia bernama Hutan Awan Biru! Di sana, pohon-pohonnya bukan berwarna cokelat, tapi merah muda seperti permen kapas. Nyam, nyam, nyam! Harumnya pasti manis sekali! Kalau adik-adik menyentuh daunnya, rasanya pasti lembut seperti bantal tidur. Di tengah hutan yang wangi itu, hiduplah seekor anak Panda yang paling lucu sedunia. Namanya Bimo.

Badan Bimo bulat sekali seperti bola raksasa yang empuk. Wusss! Bimo suka sekali berguling-guling di padang rumput ungu. "Satu... dua... hap! Aduh, perut Bimo nyangkut!" Bimo tertawa geli sambil memegangi perutnya yang gendut. Setiap kali Bimo berguling, rumput-rumput ungu itu akan menggelitik telinga Bimo sampai dia bersin, "A-a-achoo!" Dan tahukah kalian? Setiap kali Bimo bersin, akan muncul gelembung sabun kecil dari hidungnya. Plop! Plop! Plop! Lucu sekali, ya? Namun, suatu hari yang cerah, saat matahari sedang asyik mengintip dari balik awan, sesuatu yang luar biasa terjadi. Saat Bimo sedang asyik mengunyah biskuit bambu kesukaannya—*krek, krek, krek*—tiba-tiba langit di atas Hutan Awan Biru berubah warna! Ada jembatan cahaya yang turun dari langit. Warnanya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Wah, itu kan warna pelangi! Tapi pelangi ini berbeda, Adik-adik.

Pelangi ini berbentuk seperti perosotan raksasa yang sangat panjang! Wuuuuuzzzzz! Tiba-tiba, dari atas perosotan itu, meluncurlah sesuatu yang sangat cepat. "Awaaaaaassss!" teriak sebuah suara kecil yang nyaring. Bruk! Sesuatu itu mendarat tepat di atas perut Bimo yang empuk. Boing! Bimo terpental sedikit seperti pegas. Bimo mengerjapkan matanya yang bulat. Di depannya, berdiri tiga makhluk kecil yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Ada Lulu, seekor kelinci yang bulunya berwarna biru langit mengkilap. Ada Momo, seekor tupai yang ekornya berwarna kuning terang seperti matahari. Dan ada Pipi, burung pipit kecil yang sayapnya berwarna merah menyala! Bimo kaget sekali. "Wah! Siapa kalian? Kenapa warna kalian... eh... mentereng sekali?" tanya Bimo sambil menggaruk kepalanya yang hitam-putih. Lulu si Kelinci Biru juga kaget melihat Bimo. "Hah? Kamu siapa? Kenapa badanmu cuma punya dua warna? Di tempat kami, Negeri Pelangi, semua orang punya warna-warni yang cerah! Kamu seperti televisi tua kakekku yang belum ada warnanya!" Momo si Tupai Kuning mendekat dan mengendus-endus Bimo. "Iya, kamu kok aneh sekali? Mana warna hijaumu? Mana warna ungu-mu? Apakah warnamu luntur karena dicuci?" Bimo merasa sedih. Dia melihat badannya yang hanya hitam dan putih. "Aku... aku memang begini.

Di Hutan Awan Biru, semua panda warnanya hitam dan putih. Kami tidak punya warna pelangi," bisik Bimo pelan. Telinganya yang bulat jadi layu karena sedih. Tapi, Adik-adik, petualangan baru saja dimulai! Tiba-tiba saja, badai angin datang dan meniup semua warna di Hutan Awan Biru menjadi pudar. Pohon merah muda jadi pucat, rumput ungu jadi abu-abu. Oh, tidak! Semua jadi tampak sedih dan sepi. Di sinilah Bimo dan teman-teman barunya dari Negeri Pelangi harus bekerja sama. Mereka belajar bahwa meskipun mereka berbeda—ada yang biru, ada yang kuning, ada yang merah, dan ada yang hitam-putih—setiap warna punya keajaibannya sendiri. Bimo yang hitam-putih ternyata punya kekuatan rahasia! Karena badannya yang kontras, dia bisa melihat di tengah badai kabut yang paling gelap sekalipun. Sementara Lulu si Biru bisa memanggil air, dan Momo si Kuning bisa memberikan kehangatan. "Ayo, Teman-teman! Pegang tanganku!" seru Bimo dengan berani. "Tapi Bimo, warna kita kan beda-beda?" tanya Pipi si Burung Merah ragu-ragu. Bimo tersenyum lebar sampai matanya membentuk garis melengkung yang lucu. "Justru karena kita beda, kita jadi hebat! Kalau kita semua warnanya sama, kita tidak akan bisa membuat pelangi yang indah, kan?"

Kisah "BIMO DAN TEMAN BARU DARI NEGERI PELANGI: Indahnya Menghargai Perbedaan" adalah sebuah petualangan yang akan mengajak Adik-adik tertawa, menari, dan belajar tentang kasih sayang. Melalui cerita ini, si kecil akan memahami bahwa menjadi berbeda itu tidak apa-apa. Berbeda itu seru! Berbeda itu indah! Seperti pelangi yang tidak akan cantik jika hanya terdiri dari satu warna saja.

Ayah dan Bunda, mari ajak buah hati tercinta menyelami dunia imajinasi yang penuh warna ini. Bersama Bimo, kita akan belajar bahwa persahabatan sejati tidak melihat warna bulu atau bentuk tubuh, melainkan melihat indahnya hati yang mau berbagi. Siapkan suara terbaik Ayah dan Bunda untuk menirukan suara Boing! saat Bimo terpental, atau suara Nyam, nyam, nyam! saat mereka makan biskuit bersama. Mari kita peluk perbedaan, karena di situlah letak keajaiban dunia! Apakah Bimo berhasil mengembalikan warna di Hutan Awan Biru? Bagaimana cara Bimo dan teman-teman barunya berdansa di bawah cahaya pelangi? Yuk, ikuti kisah lengkapnya dan biarkan imajinasi Adik-adik terbang setinggi awan biru! Selamat membaca, selamat berpetualang, dan ingatlah... kamu istimewa dengan warnamu sendiri!

#DongengAnak #MenghargaiPerbedaan #CeritaBimoPanda #PendidikanKarakterPAUD #DuniaPelangi