← Kembali ke Katalog
Katalog/BURUNG PIPIT DAN JANJI YANG HARUS DITEPATI Sebuah Janji Adalah Amanah

BURUNG PIPIT DAN JANJI YANG HARUS DITEPATI Sebuah Janji Adalah Amanah

Dilihat: 0 Kali

Harga Saat Ini

Rp 8.500 Rp 10.00015%

Preview Audio

Dengarkan cuplikan singkat sebelum membeli.

Preview utama

Detail Produk

Bahasa:Indonesia
Format:MP3
Penulis:Kak Nisa
Narator:Ayu
Durasi:34:27
Penerbit:Duta Ilmu Press
Peringkat:5.00

Share:

Deskripsi

Si Mungil Berhati Besar: Petualangan Pipi Mengejar Janji di Awan Biru Ciap! Ciap! Ciap! Lihat ke atas langit, yuk! Di antara awan-awan putih yang lembut seperti kapas, ada yang terbang cepat sekali. Wusss! Wah, apa itu? Apakah itu layang-layang? Ataukah pahlawan super yang sedang beraksi? Bukan, itu adalah Pipi! Pipi adalah burung pipit yang sangat, saaaangat mungil. Coba kepalkan tangan kecil kalian. Nah, kira-kira sebesar itulah tubuh Pipi. Bulunya cokelat terang, dan lehernya berwarna kuning cerah seperti matahari pagi. Pipi punya paruh kecil yang lincah. Kalau dia sedang makan biji-bijian, suaranya terdengar lucu sekali, tak-tik-tuk-tak! Tapi, jangan tertipu dengan tubuh mungilnya, ya. Pipi ini adalah burung yang punya semangat sebesar raksasa! Dia suka sekali menyapa semua penghuni Hutan Pelangi. "Halo Awan! Halo Matahari! Halo Pohon Mangga!" teriaknya setiap pagi. Namun, hari ini bukan hari biasa bagi Pipi. Hari ini adalah hari yang sangat penting karena Pipi baru saja membuat sebuah janji.

Janji yang Berkilau Seperti Emas Kalian tahu tidak apa itu janji? Janji itu seperti sebuah "tali kasih" yang menghubungkan hati kita dengan hati teman kita. Pipi baru saja berjanji kepada sahabat baiknya, Kiko si Kelinci, untuk membawakan biji bunga matahari paling besar dan paling lezat dari seberang sungai. Biji itu akan menjadi kado kejutan untuk pesta ulang tahun Kiko nanti sore. "Tenang saja, Kiko! Aku pasti datang sebelum matahari terbenam. Aku berjanji!" ucap Pipi sambil menepuk dada mungilnya dengan bangga. Kiko tersenyum lebar hingga gigi kelincinya yang besar terlihat. "Terima kasih, Pipi. Aku percaya padamu. Janji adalah amanah, lho!" Pipi mengangguk mantap. Amanah. Kata itu terdengar sangat keren di telinga Pipi. Dia ingin menjadi burung pipit yang amanah—burung yang bisa dipercaya karena selalu menepati kata-katanya. Maka, dengan semangat Wusss!, Pipi terbang tinggi menembus awan.

Gangguan yang Menggoda: Bunga Berwarna-Warni dan Teman yang Mengajak Main Perjalanan Pipi ternyata tidak semudah yang dia bayangkan. Di tengah jalan, saat dia sedang asyik terbang, tiba-tiba... Sret! Seekor kupu-kupu berwarna biru elektrik bernama Lulu terbang melintas di depan hidungnya. "Pipi! Ayo main petak umpet di antara bunga-bunga mawar!" panggil Lulu dengan nada menggoda. Pipi berhenti sejenak. Wah, main petak umpet adalah hobi favoritnya! Bunga-bunga mawar di bawah sana terlihat sangat cantik dan harum. Pipi sempat berpikir, "Mungkin main sebentar saja tidak apa-apa, ya?" Tapi kemudian, dia ingat wajah Kiko yang sedang menunggu. Dia ingat janjinya. "Maaf Lulu, aku tidak bisa sekarang. Aku punya janji yang harus ditepati. Janji itu amanah!" jawab Pipi dengan suara yang dibuat sedewasa mungkin, meski perutnya sempat berbunyi kruyuk-kruyuk karena melihat nektar bunga yang manis. Tidak lama kemudian, Pipi bertemu lagi dengan rintangan lucu lainnya. Ada genangan air jernih yang terlihat seperti cermin di atas daun lebar. Pipi melihat bayangannya sendiri. "Wah, aku terlihat gagah sekali hari ini!" gumamnya sambil bergaya di depan cermin air itu. Dia sibuk merapikan bulu kuning di lehernya selama beberapa menit. Aduh, Pipi! Ingat waktunya!

Ketika Langit Berubah Jingga: Apakah Pipi Berhasil? Waktu terus berjalan. Matahari mulai terasa hangat dan warnanya berubah menjadi oranye yang cantik, seperti jus jeruk yang segar. Pipi panik! Dia baru saja berhasil mendapatkan biji bunga matahari yang dijanjikan, tapi biji itu ternyata sangat berat untuk tubuhnya yang mungil. "Aduh, beratnya! Ngos-ngos-ngos," Pipi megap-megap. Dia harus menggigit biji itu dengan paruhnya yang kecil sambil terus mengepakkan sayap. Di perjalanan pulang, angin bertiup kencang. Wuuuusss! Pipi terdorong ke belakang. Badannya yang kecil bergoyang-goyang di udara seperti daun kering. Rasanya dia ingin menyerah saja dan meletakkan biji berat itu di bawah pohon. Toh, Kiko pasti memaafkannya, kan? Tapi, di dalam hati Pipi, ada sebuah suara kecil yang berbisik, "Anak hebat adalah anak yang menjaga amanah. Janji adalah janji." Pipi memejamkan mata, menguatkan sayapnya, dan... Ciap! Ciap! Ciap! Dia terbang lebih kuat lagi! Dia melewati sungai, melintasi semak berduri, dan meluncur turun tepat saat Kiko sedang bersiap-siap meniup lilin di pesta ulang tahunnya.

Ayo, Ikuti Petualangan Pipi yang Menggemaskan!

Bagaimana ya ekspresi Kiko saat melihat Pipi datang dengan napas terengah-engah tapi tetap tersenyum? Apakah biji bunga matahari itu benar-benar lezat? Dan yang paling penting, bagaimana cara Pipi menjelaskan kepada teman-temannya bahwa menjadi anak yang amanah itu rasanya sangat membahagiakan? Ayah, Bunda, dan Adik-adik semua, yuk kita dengarkan dan baca kisah lengkapnya dalam dongeng "BURUNG PIPIT DAN JANJI YANG HARUS DITEPATI: Sebuah Janji Adalah Amanah". Cerita ini bukan hanya tentang burung yang terbang, tapi tentang bagaimana sebuah janji kecil bisa membuat seseorang menjadi pahlawan yang luar biasa di mata teman-temannya. Dengan ilustrasi yang imajinatif dan gaya bahasa yang lucu, Adik-adik akan diajak tertawa sekaligus belajar tentang arti tanggung jawab sejak dini. Siapkan telinga kalian, pasang senyum paling manis, dan mari terbang bersama Pipi di Hutan Pelangi! Karena ingat, setiap janji yang kita tepati, akan menumbuhkan satu bunga kebahagiaan di hati orang lain. Ciap! Ciap! Sampai jumpa di dalam cerita, ya!

#DongengAnak #BurungPipitPipi #BelajarAmanah #CeritaPAUD #KisahInspirasiAnak