← Kembali ke Katalog
Katalog/Anak & Remaja/DODO SI BURUNG PEMBERANI Burung Kecil Terbang Menembus Badai Demi Keluarga

DODO SI BURUNG PEMBERANI Burung Kecil Terbang Menembus Badai Demi Keluarga

Kategori: Anak & Remaja, Ceriita Dongeng Anak | Dilihat: 0 Kali

Harga Saat Ini

Rp 8.500 Rp 10.00015%

Preview Audio

Dengarkan cuplikan singkat sebelum membeli.

Preview utama

Detail Produk

Bahasa:Indonesia
Format:MP3
Penulis:Kak Nisa
Narator:Ayu
Durasi:32:48
Penerbit:Duta Ilmu Press
Peringkat:5.00

Share:

Deskripsi

Halo, Ayah, Bunda, dan teman-teman kecil yang luar biasa! Pernahkah kalian membayangkan sebuah dunia di mana awan-awan terlihat seperti tumpukan kapas manis dan pepohonan memiliki aroma seperti kue cokelat yang baru matang? Jika belum, bersiaplah, karena kita akan terbang tinggi menuju sebuah petualangan yang tak terlupakan! Di sebuah sudut rahasia di dunia ini, terdapat sebuah tempat bernama Hutan Gembira. Hutan ini bukan hutan biasa, lho. Daun-daunnya sangat hijau dan berkilau, persis seperti warna permen jelly yang kenyal. Kalau tertiup angin, daun-daun itu akan berbunyi “ting-ting-ting” seperti suara lonceng kecil yang merdu. Di puncak pohon yang paling tinggi—pohon yang ujungnya hampir menyentuh hidung matahari—tinggallah pahlawan kecil kita. Namanya adalah Dodo.

Siapa Itu Dodo? Dodo bukan burung elang yang gagah atau burung merak yang ekornya panjang. Dodo adalah seekor burung kecil yang... mmm, bagaimana ya menjelaskannya? Dodo itu sangat bulat! Bayangkan sebuah bola pingpong yang dicelupkan ke dalam cat berwarna biru langit, lalu diberi sepasang sayap mungil dan paruh berwarna oranye cerah. Itulah Dodo! Karena tubuhnya yang bulat dan empuk, Dodo sering sekali mengalami kejadian lucu. Kalau dia mencoba berjalan cepat, dia bukannya melangkah, tapi malah menggelinding seperti kelereng. Wushhh... gubrak! Dodo sering sekali berakhir di semak-semak bunga matahari dengan kaki kecilnya yang menendang-nendang udara. Lucu sekali, bukan? Meskipun sering terjatuh, Dodo punya hati yang sangat besar. Dia tinggal bersama Mama Burung yang bulunya selembut awan dan Papa Burung yang selalu punya cerita hebat. Dodo sangat sayang pada mereka. Setiap hari, Dodo belajar terbang. “Satu... dua... lompat!” seru Dodo dengan semangat membara. Bruk! Aduh! Bukannya melesat ke langit, perut bulat Dodo malah mendarat lebih dulu di dahan pohon. Dodo hanya bisa nyengir sambil mengusap perutnya yang kenyal. "Besok pasti bisa!" gumamnya penuh keyakinan.

Saat Langit Menjadi Cemberut Suatu sore, hal yang tak terduga terjadi. Langit yang biasanya biru cerah tiba-tiba berubah warna menjadi abu-abu gelap, seperti warna panci di dapur. Awan-awan besar berkumpul, terlihat seperti raksasa yang sedang cemberut. Itu adalah pertanda Badai Besar akan datang! Angin mulai bertiup kencang, Wuuuzzz... Wuuuzzz! Pohon-pohon besar bergoyang ke sana kemari seperti sedang menari balet yang heboh. Di tengah kekacauan itu, Dodo menyadari sesuatu yang mengejutkan. Mama sedang sakit dan butuh buah beri ungu dari seberang Lembah Pelangi untuk obatnya. Papa sedang berusaha menahan sarang agar tidak jatuh, dan hanya Dodo—si burung bola pingpong—yang bisa pergi mencari bantuan. Dodo merasa takut. Bulu-bulu birunya gemetar. "Bagaimana kalau aku tertiup angin? Bagaimana kalau aku jatuh lagi?" pikirnya. Namun, Dodo melihat wajah Mama yang pucat. Rasa sayangnya kepada keluarga tiba-tiba membuat jantung kecilnya berdegup kencang, memberikan kekuatan ajaib. Dodo memakai kacamata terbangnya yang terbuat dari kulit kacang (dia terlihat sangat keren, lho!). "Aku adalah Dodo Si Burung Pemberani!" teriaknya, mengalahkan suara guntur yang berbunyi DUAARR!

Petualangan Menembus Badai Petualangan pun dimulai! Dodo mengepakkan sayap mungilnya sekuat tenaga. Flap, flap, puff! Flap, flap, puff! Dodo harus terbang melewati hujan yang rintiknya terasa seperti dikitiki oleh ribuan jari. Dia harus menghindari kilat yang berkedip-kedip seperti lampu pesta yang rusak. Di tengah jalan, Dodo bertemu dengan Pak Kodok yang sedang berteduh di bawah daun talas besar. “Hei, Dodo bulat! Mau ke mana kamu? Badai ini terlalu besar untuk burung sekecil kamu!” teriak Pak Kodok. Dodo menjawab sambil terengah-engah, “Aku harus menjemput obat untuk Mama! Aku tidak boleh menyerah!” Dodo terus terbang. Kadang dia terlempar ke atas oleh angin, kadang dia merosot ke bawah. Tapi tahukah kalian apa rahasianya? Karena Dodo bulat, dia bisa meringkuk seperti bola dan membiarkan angin membawanya meluncur lebih cepat! Dia mengubah ketakutannya menjadi permainan yang seru. Dodo melewati hutan pinus yang gelap, menyeberangi sungai yang airnya sedang melompat-lompat, hingga akhirnya dia melihatnya... Buah Beri Ungu yang bersinar di bawah pohon besar!

Mengapa Kalian Harus Membaca Kisah Dodo? Kisah "Dodo Si Burung Pemberani: Burung Kecil Terbang Menembus Badai Demi Keluarga" bukan sekadar cerita tentang terbang dan jatuh. Ini adalah cerita tentang betapa hebatnya kekuatan cinta keluarga. Dodo mengajarkan kita bahwa kita tidak perlu menjadi yang paling besar atau paling kuat untuk menjadi pahlawan. Kita hanya perlu memiliki hati yang berani dan pantang menyerah. Melalui buku ini, teman-teman kecil akan diajak untuk: 1. Tertawa bersama Dodo saat dia melakukan aksi-aksi konyolnya. 2. Merasakan keajaiban lewat deskripsi dunia yang penuh warna dan imajinatif. 3. Belajar tentang keberanian bahwa merasa takut itu tidak apa-apa, asalkan kita tetap mencoba. 4. Menyayangi keluarga dengan cara yang manis dan tulus. Dongeng ini dikemas dengan bahasa yang sangat sederhana, cocok untuk dibacakan sebelum tidur atau saat santai di sekolah. Imajinasi anak-anak akan dirangsang untuk membayangkan bagaimana rasanya menjadi "bola pingpong bersayap" yang menjelajahi langit.

Ayo, Ikut Dodo Terbang! Jadi, apakah Dodo berhasil membawa buah beri itu pulang tepat waktu? Bagaimana caranya dia melawan angin kencang yang ingin menjatuhkannya? Dan kejutan manis apa yang menanti Dodo saat dia sampai kembali ke sarangnya? Jangan sampai ketinggalan petualangan seru ini, ya! Segera dapatkan kisahnya dan biarkan imajinasi anak-anak terbang setinggi langit bersama Dodo. Siapkan pelukan paling hangat, karena setelah mendengar cerita ini, si kecil pasti ingin memeluk Ayah dan Bunda erat-erat seperti Dodo memeluk keluarganya. Sampai jumpa di puncak pohon tertinggi di Hutan Gembira! Flap, flap, go Dodo!

#DongengAnak #CeritaAnakPAUD #DodoSiBurungPemberani #KarakterAnak #PetualanganDodo