← Kembali ke Katalog
Katalog/Anak & Remaja/DOMBA KETAWA KENCANG Tawa Menular Bahagia

DOMBA KETAWA KENCANG Tawa Menular Bahagia

Kategori: Anak & Remaja, Ceriita Dongeng Anak | Dilihat: 0 Kali

Harga Saat Ini

Rp 10.000 Rp 20.00050%

Preview Audio

Dengarkan cuplikan singkat sebelum membeli.

Preview utama

Detail Produk

Kode Produk:PRD-379D94C0
Bahasa:Indonesia
Format:MP3
Penulis:Kak Nisa
Narator:Ayu
Durasi:34:05
Penerbit:Duta Ilmu Press
Peringkat:5.00

Share:

Deskripsi

Selamat Datang di Bukit Awan-Awan: Tempat Tawa Menjadi Keajaiban! Halo, Ayah, Bunda, dan teman-teman kecil yang hebat! Apakah kalian sudah siap untuk memulai petualangan paling empuk, paling lembut, dan paling ceria tahun ini? Pakai sepatu imajinasimu, kencangkan sabuk pengaman hatimu, dan mari kita terbang menuju sebuah tempat yang jauh di atas sana, di mana langit selalu berwarna biru cerah seperti permen karet. Selamat datang di Bukit Awan-Awan! Coba tutup matamu sejenak. Bisakah kamu mencium aroma rumput hijau yang segar? Di sini, rumputnya tidak kasar, lho. Rumput di Bukit Awan-Awan sangat empuk dan halus, persis seperti kasur kesayanganmu di rumah. Kalau kamu berguling di atasnya, rasanya seperti sedang dipeluk oleh ribuan bantal hijau. Wuuusss... Angin sepoi-sepoi bertiup pelan, membawa aroma bunga matahari yang manis. Lihatlah ke sana! Di tengah padang rumput itu, ada gumpalan-gumpalan putih yang bergerak-gerak. Apakah itu awan yang jatuh dari langit? Oh, ternyata bukan! Itu adalah kawanan domba paling gembul yang pernah ada. Bulu mereka putih bersih, keriting, dan sangat tebal. Kalau mereka semua berkumpul dan berdempetan, wah... Bukit Awan-Awan benar-benar jadi seperti lautan kapas yang raksasa! Goyang-goyang, goyang-goyang, bulu mereka menari ditiup angin.

Kenalkan, Dodo: Domba dengan Kekuatan Super "Hi-Hi-Hi!" Di antara semua domba gembul itu, ada satu domba kecil yang paling istimewa. Namanya Dodo. Dodo ini sangat unik. Badannya bulat sempurna seperti bola kapas yang baru keluar dari bungkusnya. Kakinya pendek dan lincah, selalu siap untuk melompat Hup! Hup! ke sana kemari. Matanya bersinar terang seperti bintang kecil, dan hidung merah mudanya selalu bergerak-gerak lucu. Kembang-kempis, kembang-kempis. Menggemaskan sekali, bukan? Biasanya, domba-domba lain di Bukit Awan-Awan suka sekali menyanyi bersama. Mereka akan membuka mulut lebar-lebar dan bersuara, "Mbeeeee... Mbeeeee..." Suara mereka berat dan tenang. Tapi, Dodo berbeda. Dodo punya sebuah "rahasia" di dalam perutnya. Setiap kali Dodo merasa senang—dan dia senang sepanjang waktu—perutnya akan terasa geli, seolah-olah ada ribuan kupu-kupu yang sedang menggelitikinya dari dalam. Dan saat itulah keajaiban terjadi. Dodo tidak mengeluarkan suara "Mbeee". Sebaliknya, Dodo akan membuka mulutnya yang mungil dan... "WAKAKAKAKA! HI-HI-HI-HI! HU-HU-HU-HUUU!" Dodo tertawa! Dan bukan sekadar tawa biasa, tapi tawa yang sangat kencang, sangat renyah, dan sangat... menular!

Saat Bukit Awan-Awan Menjadi Pesta Tawa Suatu hari, suasana di Bukit Awan-Awan terasa sedikit mendung. Bukan karena akan hujan, tapi karena Kakek Domba yang bijaksana sedang merasa sedih karena kehilangan kacamata rumputnya. Domba-domba lain ikut merasa sedih. Mereka hanya diam, tertunduk, dan tidak ada yang mau melompat-lompat lagi. Bukit yang biasanya ceria berubah jadi sunyi sepi. Dodo melihat hal itu. Hidung merah mudanya bergerak-gerak. Kembang-kempis, kembang-kempis. Dodo ingin melakukan sesuatu! Dia berjalan mendekati Kakek Domba, lalu dengan sengaja dia terpeleset di atas rumput yang licin. Gubrak! Dodo jatuh dalam posisi terlentang, kakinya yang pendek menendang-nendang udara seperti kura-kura yang terbalik. Dodo merasa kejadian itu sangat lucu. Perutnya mulai berguncang. Pipinya yang tembam menjadi merah. Dan kemudian... Duar! Tawa Dodo meledak! "HAHAHAHA! HIHIHIHI!" Dodo tertawa sampai berguling-guling. Bulu putihnya yang gembul jadi penuh dengan bunga-bunga kecil yang menempel. Awalnya, domba-domba lain hanya melihat dengan heran. Tapi kemudian, seekor domba kecil bernama Mimi mulai tersenyum. Lalu, domba jantan besar bernama Bobo mulai terkekeh. Tiba-tiba, tawa Dodo seperti terbang dibawa angin, masuk ke telinga setiap domba, dan menggelitik hati mereka. Tak lama kemudian, seluruh Bukit Awan-Awan bergetar! Bukan karena gempa, tapi karena semua domba tertawa kencang! Kakek Domba pun tidak tahan lagi, dia tertawa sampai air matanya keluar, dan tebak apa yang terjadi? Kacamata rumputnya yang hilang ternyata terselip di balik telinganya yang lebar!

Mengapa Kamu Harus Membaca Kisah Dodo? Buku dongeng "DOMBA KETAWA KENCANG: Tawa Menular Bahagia" bukan sekadar cerita tentang domba. Ini adalah sebuah pelukan hangat dalam bentuk cerita. Melalui petualangan Dodo yang lucu dan menggemaskan, teman-teman kecil akan belajar bahwa: 1. Menjadi Berbeda Itu Hebat: Dodo tidak malu meskipun suaranya berbeda dengan domba lainnya. Keunikannya justru menjadi kekuatan yang luar biasa. 2. Kebahagiaan Itu Menular: Satu tawa tulus bisa mengubah hari yang mendung menjadi penuh sinar matahari. 3. Persahabatan yang Manis: Bagaimana teman-teman Dodo saling mendukung dan ikut merasakan kegembiraan bersama. Setiap halaman buku ini dipenuhi dengan kata-kata ajaib yang mengajak anak-anak untuk ikut berinteraksi. Ayah dan Bunda bisa mengajak si kecil ikut menirukan suara tawa Dodo, menggerakkan hidung seperti Dodo, atau berpura-pura menjadi domba gembul yang sedang berguling di Bukit Awan-Awan. Gaya bahasanya yang imajinatif akan merangsang kreativitas anak, sementara alur ceritanya yang sederhana namun mendalam sangat cocok dibacakan sebelum tidur (bedtime story) untuk memberikan mimpi yang indah dan penuh kebahagiaan.

Ayo, Bergabung dalam Lingkaran Tawa Dodo! Apakah kalian ingin tahu betapa kencangnya tawa Dodo? Apakah kalian ingin melihat bagaimana Bukit Awan-Awan bersinar terang saat semua penduduknya tertawa bersama? Jangan sampai ketinggalan kisah yang paling menghangatkan hati ini. Mari kita belajar bahwa dunia akan menjadi tempat yang jauh lebih indah jika kita berani tertawa bersama. Segera dapatkan buku "DOMBA KETAWA KENCANG: Tawa Menular Bahagia" dan siapkan dirimu untuk tertawa sampai perutmu terasa geli! Siap dalam hitungan tiga? Satu... dua... tiga... *HI-HI-HI-HI-HI!*

#DongengAnak #CeritaPAUD #DombaLucu #TawaBahagia #PendidikanKarakter