KUNANG PENJAGA TEMAN Cahaya Dalam Kegelapan
Kategori: Anak & Remaja, Ceriita Dongeng Anak | Dilihat: 0 Kali
Harga Saat Ini
Preview Audio
Dengarkan cuplikan singkat sebelum membeli.
Detail Produk
Deskripsi
Hai, Adik-adik manis! Sini, merapat ke Kak Nisa. Coba sekarang ambil bantal favoritmu, duduk yang nyaman, dan pasang telinga lebar-lebar ya. Kita akan memulai sebuah perjalanan yang sangat spesial. Siap? Satu... dua... tiga... Wuuuush! Kita baru saja mendarat di Hutan Berkilau! Wah, coba kalian lihat ke sekeliling. Di sana, kalau malam tiba, pohon-pohonnya tidak gelap dan menakutkan, lho. Pohon-pohon itu justru berubah warna menjadi biru tua yang cantik sekali, seperti warna selimut beludru yang lembut. Syuuuut... syuuuut... Angin malam bertiup pelan, membisikkan lagu nina bobo untuk daun-daun yang sedang mengantuk dan mulai menundukkan kepalanya. Hoammm... hutannya sangat tenang. Nah, lihat! Di antara semak-semak bunga mawar yang sedang menutup kelopaknya, ada sesuatu yang bersinar redup. Kedip... kedip... Ini dia jagoan kecil kita! Namanya Kimi.
Kimi ini seekor kunang-kunang yang mungil sekali, kira-kira besarnya cuma sebesar kancing baju di piyama kalian. Kimi punya mata bulat yang sangat besar—saking besarnya, dia terlihat selalu kaget dan penasaran. Sayapnya sangat tipis, hampir transparan seperti plastik pembungkus permen. Kalau Kimi terbang, bunyinya lucu sekali: ngung-ngung-ngung! seperti suara helikopter mini yang sedang mencari tempat parkir di atas daun. Tapi tahu tidak, Adik-adik? Kimi punya satu rahasia di perutnya. Di sana ada "lampu ajaib" yang bisa menyala kuning terang. Kadang kalau Kimi sedang bersemangat, lampunya berkedip cepat: tik-tik-tik! Tapi kalau Kimi sedang melamun, lampunya meredup pelan... wuuung... Oh! Baru saja Kimi hampir menabrak jamur besar karena dia asyik melihat bayangannya sendiri di tetesan embun. Gubrak! "Aduh, hidungku!" seru Kimi sambil mengelus hidungnya yang mungil. Lucu sekali, ya? Malam itu, Hutan Berkilau sedang menghadapi tantangan besar. Tiba-tiba saja, Wuuuu... datanglah sang "Kabut Malu-Malu". Kabut ini sangat tebal, warnanya putih keabu-abuan seperti asap susu yang tumpah. Kabut ini menutupi jalanan, menutupi batang pohon, bahkan menutupi kelap-kelip bintang di langit. Hutan yang biasanya cantik jadi terlihat membingungkan.
Di tengah kabut itu, Kimi mendengar suara isakan kecil. Hiks... hiks... di mana jalannya? Ternyata itu suara Lulu si Ulat Bulu. Lulu tersesat! Dia tidak bisa melihat jalan pulang ke rumahnya di balik pohon Apel Besar karena semuanya gelap dan tertutup kabut. Kasihan sekali Lulu, badannya sampai gemetar karena kedinginan dan takut. Di sinilah petualangan hebat Kimi dimulai! Kimi yang mungil tidak tinggal diam. Dia tahu dia kecil, tapi dia punya cahaya. Kimi pun mendekati Lulu. "Jangan takut, Lulu! Aku punya senter di perutku. Ayo, pegang ujung sayapku, kita akan tembus kabut ini bersama-sama!" seru Kimi dengan gagah (meskipun sebenarnya dia juga sedikit gemetar). Sepanjang perjalanan, Kimi harus terbang sangat rendah. Dia harus memastikan cahayanya cukup terang untuk menerangi kaki-kaki Lulu yang banyak itu agar tidak tersandung akar pohon. Hap! Kimi menerangi sebuah lubang besar. Awas! Kimi menerangi genangan air. Kimi benar-benar menjadi "Penjaga Teman" yang hebat.
Tiba-tiba, Bzzztt! Lampu di perut Kimi mulai berkedip lemah. Aduh, apakah Kimi kehabisan baterai? Ternyata Kimi mulai lelah karena harus terbang melawan angin kabut yang berat. "Ayo Kimi, kamu bisa!" sorak para jangkrik dari balik semak-semak, memberikan semangat. Adik-adik di rumah juga mau bantu Kimi, kan? Coba yuk, kita tiup sama-sama supaya kabutnya menyingkir! Fuuuuuh... Fuuuuuh! Berkat bantuan tiupan kalian dan keberanian Kimi, cahaya di perutnya tiba-tiba menyala lebih terang dari sebelumnya! Cahaya itu bukan lagi sekadar kuning biasa, tapi kuning keemasan yang hangat, seperti sinar matahari di pagi hari. Cahaya itu membelah kabut, menunjukkan jalan setapak yang dipenuhi bunga-bunga yang ikut tersenyum melihat kebaikan hati Kimi. Apakah Kimi berhasil mengantarkan Lulu sampai ke rumahnya? Lalu, kejutan apa yang menunggu Kimi di akhir perjalanan sebagai hadiah atas keberaniannya? Dan tahukah kalian, ternyata di dalam kegelapan, cahaya yang paling terang itu bukan datang dari lampu, tapi dari rasa sayang kita kepada teman.
Penasaran kan, bagaimana kelanjutan kisah seru Kimi si Kunang-kunang dan teman-temannya di Hutan Berkilau? Yuk, kita ikuti petualangan lengkapnya dalam dongeng "KUNANG PENJAGA TEMAN: Cahaya Dalam Kegelapan". Cerita ini akan membawa kalian terbang tinggi, tertawa melihat tingkah lucu Kimi, dan belajar bahwa menjadi pahlawan tidak harus bertubuh besar. Cukup dengan hati yang baik dan kemauan untuk menolong, kita semua bisa menjadi cahaya bagi orang lain. Jangan sampai ketinggalan ya! Segera peluk Mama atau Papa, dan ajak mereka membacakan kisah ajaib ini sebelum tidur. Hutan Berkilau dan Kimi sudah tidak sabar menunggu kalian untuk bermain bersama! Sampai jumpa di dalam cerita, jagoan-jagoan kecil! Ngung-ngung-ngung!
#DongengAnak #CeritaKimiSiKunang #HutanBerkilau #PahlawanCilik #TidurNyenyakDenganCerita"




