← Kembali ke Katalog
Katalog/Anak & Remaja/LONCENG DESA DAMAI Harmoni Dalam Kebersamaan

LONCENG DESA DAMAI Harmoni Dalam Kebersamaan

Kategori: Anak & Remaja, Ceriita Dongeng Anak | Dilihat: 0 Kali

Harga Saat Ini

Rp 10.000 Rp 20.00050%

Preview Audio

Dengarkan cuplikan singkat sebelum membeli.

Preview utama

Detail Produk

Kode Produk:PRD-0369A45B
Bahasa:Indonesia
Format:MP3
Penulis:Kak Nisa
Narator:Ayu
Durasi:34:15
Penerbit:Duta Ilmu Press
Peringkat:5.00

Share:

Deskripsi

Halo, Teman-Teman Petualang Cilik yang hebat! Apakah kalian pernah membayangkan sebuah tempat di mana setiap langkah kaki kalian bisa menciptakan irama musik? Sebuah tempat di mana rumah-rumah tidak berdiri di atas tanah, melainkan bergelantungan di dahan pohon raksasa yang berwarna-warni seperti pelangi? Selamat datang di Desa Damai! Ini bukan sekadar desa biasa. Di sini, udara beraroma kue cokelat yang baru matang, dan angin sepoi-sepoinya selalu membisikkan lelucon lucu yang membuat daun-daun tertawa terpingkal-pingkal. Tapi, ada satu rahasia paling besar yang membuat Desa Damai begitu istimewa: Lonceng Perak Raksasa yang berada di puncak Menara Harmoni. Konon, selama lonceng itu berdentang, semua penduduk akan hidup rukun, bahagia, dan penuh keajaiban!

Kenalan dengan Sang Penemu Cilik: Bimo si Kaki Kilat! Wusss! Syuuut! Sebuah bayangan kecil meluncur cepat di antara rumah-rumah pohon yang warna-warni. Itu Bimo! Rambutnya jabrik, selalu berantakan karena tertiup angin, dan matanya berbinar penuh rasa ingin tahu. Bimo adalah anak yang tidak bisa diam. Baginya, berjalan kaki itu membosankan. Kenapa harus berjalan kalau kamu bisa melompat setinggi atap rumah? Pagi ini, Bimo memamerkan penemuan terbarunya: Sepatu Pegas Ajaib. Sepatu ini dibuatnya dari kayu pohon kenari tertua dan per baja yang ditemukan di gudang tua kakeknya. Boing! Boing! Boing! Setiap kali kaki Bimo menyentuh tanah, tanah itu tidak hanya membal, tapi juga mengeluarkan suara musik yang jenaka. Ting! Plung! Klung! Bayangkan, betapa serunya! Sambil melompat, Bimo menyapa bunga-bunga matahari yang bisa menari dan burung-burung pipit yang memakai topi pesta kecil. Semuanya tampak sempurna di Desa Damai.

Saat Keajaiban Menghilang: Misteri Lonceng yang Bungkam Namun, tiba-tiba... DEG! Keajaiban itu berhenti. Musik dari kerikil yang biasanya ceria mendadak senyap. Bunga-bunga yang tadi menari kini menunduk lesu. Suasana menjadi abu-abu dan dingin. Penduduk desa mulai saling cemberut. Pak Beruang yang biasanya ramah mendadak marah karena rotinya gosong, dan Ibu Kelinci tidak lagi mau berbagi wortelnya. "Ada apa ini?" tanya Bimo sambil menahan keseimbangan di atas sepatu pegasnya. Ternyata, Lonceng Perak Raksasa di atas bukit tidak lagi berdentang! Tanpa suara lonceng itu, energi kebersamaan di Desa Damai menghilang. Persahabatan mereka memudar, dan yang paling menakutkan, Desa Damai terancam menjadi "Desa Sunyi" yang membosankan selamanya. Bimo tahu dia harus melakukan sesuatu. Dia tidak suka melihat teman-temannya bersedih. Dengan semangat yang membara dan sepatu pegasnya yang masih boing-boing, Bimo memutuskan untuk mendaki Menara Harmoni yang sangat tinggi itu. Tapi, ada satu masalah besar: Menara itu sangat licin dan hanya bisa dipanjat jika ada yang membantu menahan tangganya dari bawah.

Petualangan Seru: Aksi, Kerja Sama, dan Lompatan Fantastis! Di sinilah petualangan yang sesungguhnya dimulai! Bimo tidak bisa sendirian. Dia harus meyakinkan teman-temannya—Lulu si Gadis Kupu-Kupu yang pemalu dan Tomi si Kura-Kura yang kuat namun lambat—untuk bersatu kembali. Dalam perjalanan menuju puncak menara, mereka menghadapi berbagai rintangan seru! 1. Jembatan Goyang Teka-Teki: Mereka harus melompat mengikuti irama lagu tertentu. Kalau salah langkah, jembatannya akan menggelitik kaki mereka sampai terjatuh ke tumpukan kapas empuk! 2. Hutan Kabut Lupa: Di mana setiap orang yang masuk akan lupa tujuannya kecuali mereka saling berpegangan tangan erat-erat. 3. Tebing Awan Mendung: Di mana Bimo harus menggunakan Sepatu Pegasnya untuk melompat menembus awan dan menangkap kunci emas yang melayang-layang. Zuuuum! Bimo meluncur di udara. "Pegang tanganku, Lulu! Tomi, bersiap di bawah!" teriak Bimo di tengah angin kencang. Aksi Bimo di udara sungguh mendebarkan! Dia melakukan salto berkali-kali, menghindari sambaran kilat warna-warni, dan mencoba mencapai tuas Lonceng Perak. Apakah Sepatu Pegas buatannya cukup kuat untuk membawanya sampai ke puncak tertinggi? Ataukah mereka akan terjebak dalam kesunyian selamanya?

Mengapa Kamu Harus Membaca Dongeng Ini? Cerita "LONCENG DESA DAMAI: Harmoni Dalam Kebersamaan" bukan hanya tentang aksi melompat yang keren, tapi tentang betapa hebatnya kekuatan "Kita" dibandingkan "Aku". Teman-teman akan diajak merasakan ketegangan saat Bimo hampir terpeleset, kegembiraan saat musik mulai terdengar kembali, dan kehangatan saat penduduk desa kembali berpelukan. Cerita ini dipenuhi dengan ilustrasi mental yang akan membuat imajinasi kalian terbang setinggi lompatan Bimo. Kalian akan belajar bahwa: Kecerdasan (seperti Bimo) harus dibarengi dengan keberanian. Perbedaan (seperti Lulu yang bisa terbang dan Tomi yang kuat) adalah kekuatan jika digabungkan. Dan yang paling penting, kedamaian hanya bisa dijaga jika kita semua mau bekerja sama.

Ayo, Bersiap untuk Melompat! Apakah Bimo berhasil membunyikan kembali Lonceng Perak itu? Apa yang sebenarnya terjadi sehingga lonceng itu berhenti berdentang? Dan kejutan apa yang menanti Bimo di puncak menara yang tersembunyi di balik awan? Jangan sampai ketinggalan! Segera buka lembaran ceritanya, kenakan "sepatu imajinasi" kalian, dan mari kita melompat bersama Bimo menuju puncak Menara Harmoni. Siapkan telinga kalian, karena keajaiban musik Desa Damai akan segera dimulai kembali! Boing! Boing! Boing!* Sampai jumpa di dalam cerita, para pahlawan kecil!

#DongengAnak #PetualanganBimo #LoncengDesaDamai #CeritaAnakSD #HarmoniDalamKebersamaan"