LUMBA CERIA LAUT Menjaga Laut Bersih
Kategori: Anak & Remaja, Ceriita Dongeng Anak | Dilihat: 0 Kali
Harga Saat Ini
Preview Audio
Dengarkan cuplikan singkat sebelum membeli.
Detail Produk
Deskripsi
Air laut memercik ke mana-mana. Segar sekali! Halo, teman-teman, kenalkan ini Loli. Loli adalah lumba-lumba kecil yang warnanya biru cerah. Kulitnya licin dan mengkilap. Kalau Adik-adik menyentuhnya, rasanya pasti kenyal seperti jeli. Nyut-nyut-nyut! Loli tinggal di Teluk Pelangi. Wah, lihat ke bawah air! Semuanya warna-warni. Ada karang merah muda yang lembut seperti permen kapas. Ada juga pasir pantai yang halus sekali. Sreeet... sreeet... Rasanya ingin guling-guling di sana! Loli punya hobi yang unik, lho. Dia suka sekali menari balet di dalam air. Putar sana, putar sini, hap! Lalu dia akan melompat ke udara sambil berteriak, "Iiii-iiii-iii!" Itu adalah suara tawa lumba-lumba yang paling ceria sedunia.
Sahabat Baru di Istana Pasir Tapi, Loli tidak sendirian di Teluk Pelangi. Dia punya sahabat baik bernama Piko si Penyu Tua yang jalannya pelan sekali—*puk... puk... puk...*—dan Kaka si Kepiting Kecil yang capitnya selalu bergerak seperti sedang bermain musik perkusi. Suatu pagi yang cerah, saat matahari mengintip malu-malu di balik awan, Loli mengajak Piko dan Kaka bermain petak umpet di antara hutan rumput laut. Rumput laut itu hijau panjang dan melambai-lambai, seperti rambut raksasa yang sedang keramas. "Aku akan sembunyi di balik karang ungu ini!" seru Kaka sambil berjalan miring. Klik-klik-klik! Namun, saat Loli mulai berhitung, "Satu... dua... tiga...", tiba-tiba hidung Loli yang imut mencium sesuatu yang aneh. Baunya bukan bau garam yang segar. Baunya bukan bau ikan. Baunya... uh-oh... baunya seperti kaos kaki yang lupa dicuci selama setahun! *Huweeek!* Datangnya Si Monster "Plastik Nakal" Loli berhenti berhitung. Dia melihat sesuatu yang melayang-layang di permukaan air. Warnanya kusam dan bentuknya aneh. "Eh, apa itu? Apakah itu ubur-ubur jenis baru?" tanya Loli penasaran.
Dia mendekat perlahan. Syuuutt... Ternyata itu bukan ubur-ubur cantik, teman-teman. Itu adalah kantong plastik bekas yang tersangkut di dahan karang. Di dekatnya, ada juga sedotan plastik yang menusuk-nusuk pasir pantai yang lembut. Kasihan sekali pasirnya, pasti terasa sakit seperti digigit semut! Loli melihat ke sekeliling. Wah, ternyata banyak "benda asing" yang masuk ke rumah mereka. Ada botol plastik yang berguling-guling di dasar laut, dan bungkus makanan ringan yang menutupi rumah Piko si Penyu. Teluk Pelangi yang tadinya indah, sekarang jadi terlihat berantakan seperti kamar yang tidak pernah dibersihkan. "Aduh, perutku sakit!" keluh Piko si Penyu. Rupanya, Piko mengira plastik bening itu adalah ubur-ubur lezat, jadi dia hampir saja memakannya. Untung saja Loli cepat datang dan berteriak, *"Jangan dimakan, Kek Piko! Itu bukan makanan, itu sampah nakal!"*
Misi Rahasia: Pasukan Lumba-Lumba Cilik! Loli sedih melihat rumahnya kotor. Air yang tadinya bening seperti kaca, kini mulai keruh. Karang-karang cantik pun tampak murung. Tapi, Loli bukan lumba-lumba yang mudah menyerah! Dia memutar otaknya yang pintar. Ting! Sebuah ide cemerlang muncul di kepalanya. "Teman-teman! Ayo kita jadi Pahlawan Penjaga Laut!" seru Loli dengan penuh semangat. Loli, Piko, dan Kaka mulai beraksi. Mereka memanggil semua teman-teman di laut untuk bekerja bakti. Loli menggunakan moncongnya yang kuat untuk mendorong botol-botol ke pinggir pantai agar bisa diambil oleh manusia yang baik hati. Kaka si Kepiting menggunakan capitnya yang tajam—*cekrik, cekrik!*—untuk memotong tali-tali yang melilit terumbu karang. Petualangan ini sangat seru! Mereka harus berkejaran dengan arus air yang deras. Kadang-kadang, Loli harus melakukan lompatan akrobatik untuk menangkap plastik yang terbang ditiup angin. Hup! Hap! Wah, Loli hebat sekali, persis seperti pahlawan super di televisi, tapi versi bawah air dan punya sirip yang menggemaskan!
Laut yang Tersenyum Kembali Setelah bekerja keras seharian, akhirnya Teluk Pelangi kembali bersih. Pasir pantainya kembali putih bersih, karang-karangnya kembali berwarna-warni, dan airnya kembali jernih sampai kita bisa melihat bayangan kita sendiri di permukaan air. Cling! Cling! Lautnya jadi berkilau seperti ditaburi bubuk peri. Loli sangat senang. Dia melakukan lompatan tertinggi yang pernah dia lakukan. Byuuurrr! Air laut kembali memercik dengan aroma segar. Ikan-ikan kecil menari-nari melingkari Loli sebagai tanda terima kasih. "Nah, Adik-adik," kata Loli sambil mengedipkan matanya yang bulat. "Jangan buang sampah ke laut ya, supaya aku dan teman-temanku bisa tetap bermain dengan ceria. Kalau lautnya bersih, kita semua pasti bahagia!"
Ayo Ikuti Petualangan Lengkap Loli! Ayah, Bunda, dan Adik-adik semua, apakah ingin tahu bagaimana cara Loli menghadapi "Monster Botol Raksasa"? Atau bagaimana cara Piko si Penyu memberikan nasihat bijak tentang menjaga alam? Kisah "LUMBA CERIA LAUT: Menjaga Laut Bersih" bukan sekadar dongeng biasa. Di dalamnya, si kecil akan diajak untuk berimajinasi masuk ke dalam dunia bawah air yang ajaib, sambil belajar tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Dengan gaya bahasa yang jenaka, penuh bunyi-bunyian lucu seperti nyut-nyut dan klik-klik, cerita ini akan menjadi teman tidur yang paling ditunggu-tunggu atau bahan bacaan yang seru di sekolah. Jangan sampai ketinggalan ya! Mari kita dukung Loli menjaga keajaiban samudera. Karena setiap anak adalah pahlawan bagi bumi kita. Yuk, dengarkan dan baca kisahnya sekarang juga! Rasakan sensasi segarnya air laut dan kehangatan persahabatan Loli hanya di buku dongeng ini. Selamat berpetualang di bawah air, teman-teman kecil!
#DongengAnak #LumbaLumbaCeria #JagaLautKita #CeritaPAUD #EdukasiLingkungan




