← Kembali ke Katalog
Katalog/Anak & Remaja/MIMI SI KUCING PEMBERANI Kucing Kecil Menjelajah Malam untuk Menolong Teman

MIMI SI KUCING PEMBERANI Kucing Kecil Menjelajah Malam untuk Menolong Teman

Kategori: Anak & Remaja, Ceriita Dongeng Anak | Dilihat: 0 Kali

Harga Saat Ini

Rp 8.500 Rp 10.00015%

Preview Audio

Dengarkan cuplikan singkat sebelum membeli.

Preview utama

Detail Produk

Bahasa:Indonesia
Format:MP3
Penulis:Kak Nisa
Narator:Ayu
Durasi:33:20
Penerbit:Duta Ilmu Press
Peringkat:5.00

Share:

Deskripsi

Petualangan Hebat Si Bulu Marshmallow: Mimi Si Kucing Pemberani Halo, Ayah, Bunda, dan Sahabat Kecil yang manis! Apakah kalian sudah siap untuk masuk ke dunia yang penuh dengan keajaiban? Malam ini, sebelum menarik selimut yang hangat, ada sebuah cerita rahasia yang ingin berbisik di telinga kalian. Cerita tentang seorang pahlawan kecil yang ukurannya tidak lebih besar dari sebuah bola kasti, tapi memiliki keberanian seluas samudra. Meong! Meong! Coba lihat, ada sesuatu yang bergerak-gerak di balik bantal biru besar itu. Srak-srak-srak! Eh, muncul dua telinga kecil yang runcing. Satu telinganya putih bersih, dan yang satunya lagi berwarna oranye seperti jeruk. Pop! Wah, ternyata itu wajah si kecil yang lucu! Ini dia Mimi! Mimi adalah kucing kecil dengan bulu seputih awan dan bintik-bintik oranye yang cantik. Hidungnya merah muda, mirip permen stroberi yang manis. Mimi juga punya kumis yang panjang. Kalau Mimi lagi senang, kumisnya akan bergetar lucu, tit-tit-tit! Kaki-kakinya mungil dan empuk seperti marshmallow, membuatnya bisa berjalan tanpa suara, seperti seorang ninja kecil yang sangat menggemaskan.

Ketika Matahari Berpamitan dan Bulan Mulai Menyapa Biasanya, kalau matahari sudah pulang ke rumahnya dan langit berubah warna menjadi ungu susu, Mimi akan meringkuk di keranjang tidurnya yang empuk. Namun, malam ini berbeda. Saat semua orang sudah bermimpi indah, Mimi mendengar suara kecil yang sedih dari balik jendela. “Ciyap... ciyap... hiks... ciyap...” Oh, tidak! Itu suara Pipit, burung pipit sahabat Mimi. Ternyata, Pipit kehilangan "Batu Bintang" keberuntungannya yang berkilau di tengah taman yang gelap. Pipit sangat sedih karena tanpa batu itu, dia merasa takut untuk tidur di dahan pohon. Mimi melihat ke luar jendela. Hiii... di luar sana gelap sekali! Pohon-pohon terlihat seperti raksasa yang sedang menari ditiup angin. Hati Mimi berdegup kencang, puk-puk-puk, seperti suara gendang kecil. Tapi kemudian, Mimi mengingat satu hal: "Pemberani bukan berarti tidak takut, tapi tetap maju karena ingin menolong teman." Dengan sekali lompatan anggun—*hap!*—Mimi mendarat di rumput yang basah oleh embun. Petualangan malam dimulai!

Menjelajah Dunia Malam yang Ajaib Tahukah kalian? Ternyata malam hari tidak seseram yang kita bayangkan, lho! Bagi Mimi, taman di malam hari terlihat seperti negeri dongeng. Rumput-rumput hijau terasa dingin dan geli di perut Mimi. Bunga-bunga melati tercium sangat harum, seperti bau sabun mandi bayi yang segar. Di tengah jalan, Mimi bertemu dengan rombongan kunang-kunang. Wuss! Mereka terbang mengelilingi Mimi seperti lampu-lampu Natal yang menari. "Halo, Mimi! Mau ke mana malam-malam begini?" tanya mereka dalam bahasa cahaya yang berkelap-kelip. "Aku mau mencari Batu Bintang untuk Pipit!" jawab Mimi dengan gagah, sambil membusungkan dadanya yang berbulu putih. Namun, tantangan datang! Di depan sana, ada sebuah bayangan besar yang bergoyang-goyang. Grrr... Suaranya terdengar berat. Mimi berhenti. Bulu-bulu di punggungnya berdiri tegak. Apakah itu monster malam yang lapar? Mimi mencoba mengintip dengan mata bulatnya yang bersinar kuning keemasan. A-huuu! Ternyata itu hanyalah Pak Kodok yang sedang menguap lebar di atas batu besar! Mimi pun tertawa geli. "Aduh, Pak Kodok, kau mengagetkan aku!" Pak Kodok hanya menjawab dengan suara blendung-blendung yang lucu, lalu kembali tidur.

Sebuah Misi Penyelamatan yang Seru Mimi terus berjalan. Dia memanjat pagar kayu yang licin, menyelinap di bawah daun talas yang lebar seperti payung, dan melompat melewati genangan air yang memantulkan cahaya bulan. Setiap langkah Mimi adalah sebuah tarian keberanian. Tiba-tiba, mata Mimi menangkap sesuatu yang berkilau di bawah pohon mawar. Cling! Apakah itu si Batu Bintang? Mimi mendekat perlahan. Dia menggunakan hidung merah mudanya yang hebat untuk mengendus. Endus-endus... hat-chiii! Wah, Mimi bersin karena terkena serbuk sari bunga. Tapi lihat! Di sana, terjepit di antara akar pohon, ada sebuah batu biru yang sangat cantik dan bersinar redup. "Dapat!" seru Mimi dalam hati. Dengan hati-hati, Mimi menggigit batu itu dan berlari sekencang angin menuju pohon tempat Pipit tinggal.

Mengapa Kalian Harus Membaca Kisah Mimi? Buku dongeng "Mimi Si Kucing Pemberani" bukan sekadar cerita tentang kucing yang lucu. Di dalam setiap halamannya, anak-anak akan diajak untuk: 1. Mengenal Emosi: Belajar bahwa merasa takut itu wajar, dan bagaimana cara menghadapinya dengan cara yang seru. 2. Pentingnya Persahabatan: Melihat betapa indahnya berbagi dan menolong teman yang sedang kesulitan. 3. Imajinasi Tanpa Batas: Menjelajahi keindahan alam di malam hari melalui deskripsi yang kaya dan kata-kata yang berima. 4. Kosa Kata Baru: Memperkaya perbendaharaan kata dengan istilah-istilah yang mudah diingat dan menyenangkan untuk diucapkan. Cerita ini dikemas dengan gaya bahasa yang interaktif. Ayah dan Bunda bisa membacakannya sambil menirukan suara Mimi yang mengeong lembut atau suara Pak Kodok yang lucu. Dijamin, si kecil akan tertawa riang sambil belajar tentang nilai kebaikan. Akhirnya, petualangan malam Mimi ditutup dengan pelukan hangat.

Setelah Pipit mendapatkan kembali batunya dan bisa tidur dengan tenang, Mimi kembali ke rumahnya. Dia melompat masuk ke jendela, mencuci mukanya dengan lidah kecilnya yang kasar, dan masuk ke dalam keranjangnya yang empuk. Mimi sekarang adalah pahlawan kecil yang mengantuk. Sambil memejamkan mata, Mimi mendengkur halus, purr... purr... purr... Dia tahu, besok pagi akan ada petualangan baru yang menantinya di bawah sinar matahari. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, temani Mimi menjelajahi malam yang ajaib! Siapkan bantal paling empuk, peluk boneka kesayangan, dan mari kita mulai membaca. Selamat tidur, pahlawan-pahlawan kecil! Semoga mimpi kalian seindah petualangan Mimi. Meong! Sampai jumpa di dalam cerita!

#DongengAnak #KucingLucu #CeritaPAUD #MimiSiPemberani #BukuAnakEdukasi