← Kembali ke Katalog
Katalog/Anak & Remaja/PENGUIN KE NEGERI SALJU Menjelajah Dunia Es

PENGUIN KE NEGERI SALJU Menjelajah Dunia Es

Kategori: Anak & Remaja, Ceriita Dongeng Anak | Dilihat: 0 Kali

Harga Saat Ini

Rp 20.000 Rp 25.00020%

Preview Audio

Dengarkan cuplikan singkat sebelum membeli.

Preview utama

Detail Produk

Kode Produk:PRD-587601AE
Bahasa:Indonesia
Format:MP3
Penulis:Kak Nisa
Narator:Ayu
Durasi:37:13
Penerbit:Duta Ilmu Press
Peringkat:5.00

Share:

Deskripsi

"Halo, Ayah, Bunda, dan Adik-adik yang hebat! Apakah kalian sudah siap untuk memakai jaket bulu yang paling tebal? Jangan lupa pakai syal warna-warni dan sepatu botmu, ya! Karena hari ini, kita tidak akan bermain di taman biasa. Kita akan terbang jauh, melintasi samudra biru, menuju sebuah tempat yang sangat dingin, sangat putih, tapi juga sangat ajaib. Sudah siap? Pegangan yang kuat, ya! Satu... dua... tiga... *Wuuussshhh!* *** Wuuussshhh! Sreeet... sreeet... BUM! Aduh, siapa itu yang mendarat dengan perut gendutnya? Kenalkan, namanya Pipo! Pipo adalah penguin kecil yang bulat seperti bola bulu. Warnanya hitam dan putih, persis seperti es krim cokelat vanila. Nyam, nyam! Pipo punya kaki jingga yang lucu. Coba lihat, kakinya mirip kaki bebek, ya? Kwek, kwek! Eh, bukan! Pipo kan penguin. Bunyinya... Honk, honk! Pipo tinggal di Desa Kristal. Di sini, semuanya berwarna putih bersih.

Bayangkan Adik-adik sedang berada di dalam sebuah kulkas raksasa yang berisi ribuan marshmallow empuk. Langitnya berwarna biru cerah, dan mataharinya bersinar malu-malu, seperti sedang bermain petak umpet di balik awan. Di Desa Kristal, rumah-rumah penguin terbuat dari balok es yang berkilauan seperti berlian. Kalau Adik-adik menyentuhnya, rasanya nyesss... dingin sekali! Tapi jangan khawatir, Pipo punya bulu yang sangat tebal, jadi dia selalu merasa hangat, sehangat pelukan Ibu sebelum tidur. Petualangan Dimulai: Mencari Cahaya Ajaib Suatu pagi yang cerah, Pipo sedang asyik memakan sarapan favoritnya: kerupuk ikan rasa rumput laut. Tiba-tiba, Zing! Sebuah cahaya berwarna-warni melintas di langit. Cahaya itu seperti pelangi, tapi menari-nari dengan sangat lincah. "Wah! Apa itu?" tanya Pipo sambil memiringkan kepalanya yang bulat. Matanya yang besar berkedip-kedip penuh rasa ingin tahu. "Apakah itu layang-layang raksasa? Ataukah itu naga es yang sedang berpesta?" Pipo memutuskan untuk mencari tahu. Dengan langkah pruk, pruk, pruk—begitulah suara kaki jingganya saat berjalan di atas salju—Pipo memulai petualangannya. Dia ingin pergi ke Ujung Dunia Es untuk melihat dari dekat cahaya menari yang sering disebut orang dewasa sebagai "Aurora". Namun, perjalanan Pipo tidaklah mudah.

Pipo itu sedikit pelupa dan sering sekali terpeleset. Baru berjalan sepuluh langkah... Sret... Gubrak! Pipo terpeleset lagi karena menginjak sepotong es yang licin. Bukannya menangis, Pipo malah tertawa. "Hehehe, perutku memang dirancang untuk meluncur!" katanya sambil berguling-guling seperti bola salju raksasa. Bertemu Teman-Teman Baru yang Menggemaskan Di tengah jalan, Pipo tidak sendirian. Dia bertemu dengan Tutu, seekor anjing laut yang sangat gemar tertawa. Tutu punya kumis panjang yang selalu bergetar kalau dia sedang bicara. "Mau ke mana, Pipo yang Bulat?" tanya Tutu sambil menyeimbangkan bola salju di hidungnya. "Aku mau mengejar cahaya menari di langit, Tutu! Mau ikut?" ajak Pipo penuh semangat. Maka, berangkatlah dua sahabat ini. Mereka melewati Bukit Es Krim Sundae—bukit yang saljunya begitu lembut sampai-sampai mereka ingin menuangkan sirup stroberi di atasnya. Mereka juga melewati Jembatan Kristal yang kalau diinjak bunyinya merdu seperti denting musik, ting... ting... ting... Tapi, oh tidak! Di depan mereka ada tantangan besar. Ada sebuah badai salju kecil yang lucu bernama Bumbum.

Bumbum adalah awan kecil yang sedang bersin. Hatsyi! Hatsyi! Setiap kali Bumbum bersin, butiran salju berbentuk bintang akan jatuh menutupi jalan. "Aduh, aku tidak bisa melihat jalannya!" seru Pipo sambil menutupi matanya dengan sayap kecilnya. "Bagaimana kalau kita tersesat?" Kira-kira, bagaimana ya cara Pipo dan Tutu melewati badai bersin itu? Apakah mereka akan sampai ke Ujung Dunia Es dan menyentuh cahaya pelangi yang menari? Ataukah mereka malah berakhir dengan membuat boneka salju raksasa yang memakai kacamata hitam? Mengapa Adik-adik Harus Mendengar Cerita Ini? Dongeng "PENGUIN KE NEGERI SALJU: Menjelajah Dunia Es" bukan hanya sekadar cerita tentang perjalanan biasa. Ini adalah petualangan tentang keberanian meski kita merasa kecil, tentang pentingnya tertawa saat kita terjatuh, dan betapa indahnya persahabatan. Cerita ini dikemas dengan gaya bahasa yang jenaka, penuh dengan bunyi-bunyi menyenangkan yang bisa Adik-adik tirukan di rumah.

Bayangkan betapa serunya menirukan suara Pipo yang honk-honk, suara Tutu yang gik-gik-gik, atau suara angin es yang berbisik wuuuuuuu. Ayah dan Bunda, ajaklah buah hati Anda untuk menyelami dunia imajinasi yang dingin di luar tapi hangat di dalam hati ini. Cerita ini sangat cocok dibacakan sebelum tidur atau saat santai di sore hari. Biarkan si kecil membayangkan indahnya Desa Kristal dan merasakan semangat Pipo yang pantang menyerah. Ayo, tunggu apa lagi? Ambil selimutmu, duduk yang nyaman, dan mari kita mulai petualangan bersama Pipo si Penguin Bulat! Dunia es yang ajaib sudah menunggumu untuk dijelajahi. Jangan sampai ketinggalan pesawat esnya, ya! Honk, honk!

#DongengAnak #CeritaPenguin #DuniaEsAjaib #PipoSiPenguin #DongengPAUD"