← Kembali ke Katalog
Katalog/Anak & Remaja/PERAHU MENUJU SAHABAT Bersama Mengarungi Impian

PERAHU MENUJU SAHABAT Bersama Mengarungi Impian

Kategori: Anak & Remaja, Ceriita Dongeng Anak | Dilihat: 0 Kali

Harga Saat Ini

Rp 20.000 Rp 25.00020%

Preview Audio

Dengarkan cuplikan singkat sebelum membeli.

Preview utama

Detail Produk

Kode Produk:PRD-D853ED77
Bahasa:Indonesia
Format:MP3
Penulis:Kak Nisa
Narator:Ayu
Durasi:33:53
Penerbit:Duta Ilmu Press
Peringkat:5.00

Share:

Deskripsi

"Halo, Ayah, Bunda, dan Adik-adik yang hebat! Apakah kalian sudah siap untuk berpetualang ke dunia yang paling ajaib, paling wangi, dan paling menggemaskan sedunia? Bersiaplah, karena kita akan segera berangkat! Coba pejamkan matamu sebentar. Hirup udaranya... Hmm, baunya harum seperti kue cokelat hangat yang baru keluar dari oven! Coba rasakan di bawah kakimu, rumputnya bukan berwarna hijau biasa, tapi berwarna ungu muda yang sangat lembut, seperti karpet bulu yang sangat tebal. Sring! Sekarang buka matamu pelan-pelan. Selamat datang di Hutan Pelangi! Di sini, pohon-pohonnya bukan berdaun hijau, melainkan berdaun permen kapas. Jika Adik-adik lapar, tinggal petik saja satu daun dan rasanya... nyam! Manis sekali! Di tengah hutan ini, ada teman baru kita yang sudah tidak sabar ingin berkenalan. Namanya Bubu. Bubu itu adalah seekor beruang kecil yang sangat spesial. Bulunya berwarna cokelat madu dan sangat empuk kalau dipeluk.

Tapi, ada satu hal yang paling lucu dari Bubu: perutnya! Perut Bubu itu bulat dan kenyal seperti bakpao raksasa. Puk... puk... puk! Jika Bubu sedang senang atau berjalan agak cepat, perutnya akan goyang-goyang ke kanan dan ke kiri dengan suara “Plung-plung-plung!” yang sangat menggemaskan. Pagi ini, matahari di Hutan Pelangi bersinar cerah sekali. Awan-awan di langit berbentuk seperti kelinci dan gajah yang sedang menari. Wusss! Angin sepoi-sepoi bertiup membawa bau stroberi yang segar dari sungai. Bubu sedang sibuk sekali di tepi Sungai Susu Stroberi. Kenapa disebut begitu? Karena air sungainya berwarna merah muda cantik dan permukaannya penuh dengan gelembung-gelembung sabun yang wangi! Tapi, kenapa ya Bubu terlihat mondar-mandir sambil memegang kepalanya yang bulat? Ternyata, Bubu punya sebuah impian besar. Di seberang sungai sana, di sebuah bukit yang penuh dengan bunga matahari yang bisa bernyanyi, tinggal sahabat baiknya, Mimi si Kucing Awan. Bubu sudah lama sekali tidak bertemu Mimi. Dia sangat rindu ingin memeluk Mimi dan berbagi kue madu bersama. "Duh, bagaimana ya cara menyeberang? Perutku terlalu berat kalau harus berenang, nanti aku malah mengapung seperti balon!" gumam Bubu sambil mencolek perut bakpaonya. Tuing! Perutnya membal lucu. Tiba-tiba, datanglah Cipi, seekor kelinci kecil berpita pink yang telinganya selalu bergerak-gerak seperti baling-baling. Lompat... lompat... hap! "Bubu! Ayo kita buat perahu!" seru Cipi dengan penuh semangat. Telinganya berputar-putar karena senang. Maka, dimulailah petualangan seru "Bersama Mengarungi Impian". Bubu dan Cipi bekerja sama dengan sangat kompak. Mereka mencari bahan-bahan paling ajaib untuk membuat perahu.

Mereka tidak memakai kayu biasa, lho! Mereka menggunakan batang pohon kayu manis yang wangi dan daun talas raksasa yang licin seperti perosotan. Adik-adik, tahukah kalian apa yang terjadi saat mereka mencoba menyatukan batang-batang itu? Oh, lucu sekali! Bubu berkali-kali terjatuh karena kakinya yang pendek tersandung akar pohon yang bisa tertawa. Gubrak! Bubu terjatuh tepat di atas perut bakpaonya. Bukannya sakit, Bubu malah membal ke atas seperti bola karet. Boing... boing... boing! Cipi tertawa sampai hidungnya kembang kempis. Setelah bekerja keras sambil bercanda, jadilah perahu mereka! Perahu itu mereka beri nama "Si Kilat Manis". Meski tidak terlalu kilat, tapi perahu itu sangat kuat karena diikat dengan jalinan kasih sayang dan persahabatan. "Ayo naik, Cipi! Kita jemput impian kita untuk bertemu Mimi!" ajak Bubu sambil berusaha naik ke perahu. Ugh... ugh... hmmmph! Bubu harus sedikit menarik napas agar perut bakpaonya tidak mengganjal di pinggiran perahu. Lucu sekali melihat pantat Bubu yang goyang-goyang saat mencoba duduk seimbang. Tapi, petualangan di Sungai Susu Stroberi tidak semudah itu, Adik-adik! Di tengah jalan, mereka bertemu dengan Kabut Gelembung. Gelembung-gelembung besar yang kalau pecah bunyinya “Pop! Pop! Pop!” dan mengeluarkan bau jeruk yang sangat menyengat sampai membuat Bubu bersin.

"Hatsyiii! Hatsyiii!" Bersin Bubu begitu kuat sampai perahu mereka melaju sangat kencang seperti roket! Wuuuuuzzzz! Cipi harus pegangan erat-erat pada telinganya sendiri agar tidak terbang. Mereka tertawa dan berteriak kegirangan sepanjang sungai. Di dalam cerita ini, Adik-adik akan belajar sesuatu yang sangat berharga. Bubu dan Cipi mengajarkan kita bahwa meski kita berbeda—Bubu yang lambat dan bulat, serta Cipi yang cepat dan lincah—kita bisa melakukan hal yang luar biasa jika melakukannya bersama-sama. Tidak ada sungai yang terlalu luas, tidak ada kabut yang terlalu tebal, jika kita punya sahabat di sisi kita. Apakah Bubu akhirnya berhasil sampai ke rumah Mimi si Kucing Awan? Bagaimana ya rasanya saat mereka bertiga akhirnya berpelukan? Dan rahasia apa yang ada di dalam tas kecil yang dibawa Bubu di punggungnya? Wah, Ayah dan Bunda pasti tidak mau melewatkan binar mata si kecil saat mendengarkan kisah Bubu yang menggemaskan ini.

Dongeng ini dirancang khusus untuk imajinasi anak usia PAUD yang sedang mekar-mekarnya. Setiap kalimatnya penuh dengan bunyi-bunyian seru (onomatope) yang akan membuat anak-anak ikut menirukan suara “Tuing”, “Byur”, atau “Puk-puk”. Ayo, ajak si kecil masuk ke dalam dekapan hangat cerita "PERAHU MENUJU SAHABAT: Bersama Mengarungi Impian". Biarkan mereka belajar tentang kasih sayang, kerja keras, dan keajaiban persahabatan melalui sosok Bubu yang lucu. Dapatkan ceritanya sekarang, dan mari kita buat waktu membacakan dongeng sebelum tidur menjadi momen yang paling dinanti oleh buah hati tercinta. Karena setiap anak, berhak memiliki petualangan seindah pelangi!

#DongengAnak #CeritaBubuBeruang #PersahabatanAnak #DuniaImajinasi #CeritaPAUD"