← Kembali ke Katalog
Katalog/Anak & Remaja/PERAHU SUNGAI CERIA Menyusuri Kampung Tradisi

PERAHU SUNGAI CERIA Menyusuri Kampung Tradisi

Kategori: Anak & Remaja, Ceriita Dongeng Anak | Dilihat: 0 Kali

Harga Saat Ini

Rp 10.000 Rp 20.00050%

Preview Audio

Dengarkan cuplikan singkat sebelum membeli.

Preview utama

Detail Produk

Kode Produk:PRD-46129C1A
Bahasa:Indonesia
Format:MP3
Penulis:Kak Nisa
Narator:Ayu
Durasi:36:04
Penerbit:Duta Ilmu Press
Peringkat:5.00

Share:

Deskripsi

"Halo, Sahabat Petualang Cilik! Apakah kalian sudah siap untuk memakai topi petualang, mengencangkan pelampung imajinasi, dan melompat ke atas dek perahu paling ajaib di dunia? Bersiaplah, karena mesin sudah mulai dipanaskan dan air sungai sudah melambai-lambai mengajak kita berangkat! Selamat datang di dunia "PERAHU SUNGAI CERIA: Menyusuri Kampung Tradisi". Ini bukan sekadar cerita tentang perjalanan di atas air, tapi ini adalah tiket emas kalian menuju sebuah petualangan yang aromanya sewangi kue apem yang baru matang dan warnanya secerah pelangi setelah hujan. Yuk, kita kenalan dulu dengan kru kapal kita yang luar biasa!

Siapa Saja Kru Kapal Kita? Pertama, perkenalkan Alika. Dia adalah kapten kecil kita yang pemberani dengan kuncir kuda yang selalu bergoyang penuh semangat. Alika punya mata yang jeli; dia bisa melihat burung udang yang bersembunyi di balik dahan pohon dari jarak jauh! Lalu ada Jojo, adik Alika yang lucu. Jojo tidak pernah lepas dari tas kecilnya yang berisi camilan, dan dia punya rasa ingin tahu sebesar raksasa. Tapi, bintang utama kita adalah Si Kenari. Jangan tertipu dengan bentuknya yang merupakan perahu kayu. Si Kenari adalah perahu ajaib berwarna kuning cerah dengan bintik-bintik merah muda yang cantik. Dia bisa bicara, bisa tertawa, dan terkadang bisa sedikit merajuk kalau mesinnya tidak dielus-elus. "Byurrr!" Cipratan air hijau segar seperti sirup melon membasahi ujung hidung Alika. Alika tertawa geli sambil mengusap wajahnya. Di depannya, Si Kenari sudah menggoyang-goyangkan badannya di atas air, tampak sangat tidak sabar. "Ayo, Alika! Jojo! Cepat naik! Kita bisa telat ikut pesta kue apem di hulu sungai!" teriak Si Kenari. Suaranya cempreng dan lucu, mirip suara terompet ulang tahun. Mesinnya berbunyi, brum... brum... pet... DOR! Persis suara balon meletus yang membuat Jojo melompat kaget sambil memegang erat bungkus biskuitnya. "Aku datang, Si Kenari! Tunggu aku!" seru Jojo sambil berlari kecil menuju dermaga kayu.

Petualangan Dimulai: Melewati Gerbang Keajaiban Begitu Alika dan Jojo melompat ke atas dek kayu Si Kenari yang hangat, petualangan pun dimulai! Si Kenari meluncur membelah sungai yang airnya berkilau seperti kristal cair. Di sepanjang sungai ini, pohon-pohon bambu di pinggir sungai tampak seperti sedang menari-nari ditiup angin, mengeluarkan suara srek... srek... srek... seolah-olah sedang membisikkan rahasia kuno kepada mereka. Tujuan mereka adalah Hulu Sungai, tempat diadakannya Pesta Kue Apem yang legendaris di Kampung Tradisi. Namun, perjalanan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, Teman-teman! Untuk sampai ke sana, trio petualang kita harus melewati berbagai tantangan yang seru dan penuh aksi. Tiba-tiba, di tengah jalan, air sungai berubah menjadi berbuih-buih putih seperti sabun mandi! "Waaa! Apakah sungai ini sedang mandi?" tanya Jojo heran. Ternyata, mereka sedang memasuki wilayah Jeram Geli. Di sini, air sungai suka menggelitik dasar perahu! Si Kenari tertawa terbahak-bahak sampai badannya miring ke kiri dan ke kanan. Alika harus memegang kemudi dengan kuat agar mereka tidak berputar-putar seperti gasing. "Pegang yang erat, Jojo! Kita akan meluncur!" teriak Alika dengan penuh semangat. Wuuush! Si Kenari melesat cepat, melompati bebatuan sungai yang licin, meninggalkan jejak pelangi di belakang mereka.

Mengenal Kekayaan Kampung Tradisi Setelah melewati Jeram Geli, suasana menjadi lebih tenang dan damai. Si Kenari melambat saat mereka memasuki kawasan Kampung Tenun Pelangi. Di sini, rumah-rumah panggung di pinggir sungai dihiasi dengan kain-kain panjang warna-warni yang sedang dijemur. Para perajin melambai ramah kepada Alika dan Jojo. "Lihat itu, Alika! Warnanya sama dengan bajuku!" tunjuk Jojo ke arah kain berwarna jingga terang. Tidak hanya itu, mereka juga melewati Kampung Gamelan Emas. Suara musik tradisional ting... tung... dang... terdengar bersahut-sahutan dari tepi sungai. Angin membawa melodi indah yang membuat kaki Si Kenari (eh, maksudnya dasar perahunya) ikut bergoyang mengikuti irama. Alika dan Jojo pun ikut menari kecil di atas dek. Di sini mereka belajar bahwa tradisi bukan hanya tentang masa lalu, tapi tentang kegembiraan yang terus hidup! Namun, tiba-tiba... Duar! Langit sedikit menggelap dan sebuah rintangan besar muncul di depan mata. Sebuah pohon tua yang besar tumbang dan menghalangi jalan sungai menuju tempat pesta. "Oh tidak! Bagaimana kita bisa lewat?" Si Kenari mulai panik. "Pesta Kue Apem akan segera dimulai, dan aku sudah mencium bau wangi adonannya dari sini!" Alika tidak menyerah. Dia melihat ke sekeliling dan menemukan sekelompok berang-berang yang sedang bermain di tepian. Dengan kecerdikan dan kerja sama tim, Alika mengajak para berang-berang dan penduduk kampung untuk bergotong-royong. Inilah inti dari petualangan mereka: belajar bahwa dengan bekerja sama dan melestarikan budaya saling membantu, masalah seberat apa pun bisa diselesaikan!

Ayo Bergabung dalam Perjalanan Ini! Apakah Alika, Jojo, dan Si Kenari berhasil sampai tepat waktu untuk mencicipi kue apem yang manis dan empuk itu? Apakah Si Kenari akan mogok lagi karena terlalu banyak tertawa? Dan rahasia apa lagi yang tersembunyi di balik rimbunnya hutan di sepanjang sungai ajaib ini? Teman-teman, buku "PERAHU SUNGAI CERIA: Menyusuri Kampung Tradisi" ini akan membawa kalian menyelami dunia di mana imajinasi tidak ada batasnya. Kalian akan belajar tentang indahnya budaya kita, pentingnya menjaga lingkungan sungai, dan betapa serunya petualangan jika dilakukan bersama sahabat sejati. Cerita ini penuh dengan ilustrasi warna-warni yang akan membuat mata kalian berbinar dan kalimat-kalimat seru yang membuat kalian merasa seolah-olah ikut terciprat air sungai "sirup melon" bersama Alika. Jangan sampai ketinggalan perahu, ya! Ayo, ambil posisi duduk yang paling nyaman, buka halaman pertamanya, dan biarkan Si Kenari membawa kalian menuju petualangan paling berkesan tahun ini. Mesin sudah siap... Brum... brum... pet... DOR! Kita berangkat!

#PetualanganAnak #BudayaIndonesia #DongengImajinatif #PerahuSajaib #CeritaAnakSD"