← Kembali ke Katalog
Katalog/Anak & Remaja/TAMAN CERITA BERSAMA Bermain Sambil Berbagi

TAMAN CERITA BERSAMA Bermain Sambil Berbagi

Kategori: Anak & Remaja, Ceriita Dongeng Anak | Dilihat: 0 Kali

Harga Saat Ini

Rp 20.000 Rp 25.00020%

Preview Audio

Dengarkan cuplikan singkat sebelum membeli.

Preview utama

Detail Produk

Kode Produk:PRD-A6555E92
Bahasa:Indonesia
Format:MP3
Penulis:Kak Nisa
Narator:Ayu
Durasi:36:06
Penerbit:Duta Ilmu Press
Peringkat:5.00

Share:

Deskripsi

Selamat malam, Ayah, Bunda, dan anak-anak manis yang sudah siap untuk berpetualang ke dunia mimpi. Sebelum mata terpejam dan selimut hangat ditarik hingga ke bahu, mari kita menarik napas dalam-dalam... huuuuft... rasakan udara yang sejuk dan tenang. Apakah kalian tahu bahwa di suatu tempat yang tidak terlalu jauh, di balik cakrawala yang mulai meredup, ada sebuah gerbang emas yang terbuat dari jalinan bunga melati? Gerbang itu adalah pintu masuk menuju "Taman Cerita Bersama: Bermain Sambil Berbagi". Sebuah tempat di mana waktu berjalan sangat pelan, seolah-olah angin pun berbisik agar kita tidak terburu-buru. Di sinilah, keajaiban dimulai.

Keajaiban di Balik Awan Merah Muda Bayangkanlah kalian sedang terbang rendah, melewati awan-awan merah muda yang empuk dan manis seperti es krim stroberi. Awan-awan ini tidak basah, melainkan terasa seperti kapas yang lembut di pipi. Di bawah awan-awan itu, terbentang hamparan hijau yang sangat luas. Itulah Taman Cerita. Rumput di Taman Cerita tidak seperti rumput biasa. Rumput di sana haluuus sekali, seperti bulu kucing yang baru saja disisir. Puk, puk, puk... setiap kali kita menyentuhnya, rumput itu akan bergoyang pelan, memberikan sensasi hangat yang menenangkan. Di taman ini, bunga-bunga tidak hanya mekar, mereka juga bersenandung pelan. Lulala... lulili... melodi yang akan membawa setiap anak merasa aman dan dicintai.

Mengenal Mimi dan Tutu: Dua Sahabat yang Menggemaskan Di jantung taman yang indah ini, hiduplah seorang penghuni kecil yang sangat ceria bernama Mimi si Kelinci. Mimi adalah kelinci dengan bulu seputih salju yang sangat bersih. Ia memiliki telinga yang panjang, yang sesekali bergerak-gerak lucu saat ia mendengar suara tawa. Namun, yang paling istimewa dari Mimi adalah pita biru besar yang terikat di kepalanya. Pita itu berkilau setiap kali terkena cahaya matahari senja. Lompat, hap! Lompat, hap! Mimi sangat suka melompat. Setiap kali ia mendarat, ia merasa seperti sedang menari di atas kasur yang empuk. Namun, hari ini Mimi tidak hanya ingin melompat sendirian. Ia sedang menunggu seseorang yang sangat spesial. Tak lama kemudian, terdengar suara gesekan lembut di antara dedaunan. Srek... srek... srek... Munculah Tutu si Kura-kura. Berbeda dengan Mimi yang cepat, Tutu adalah definisi dari ketenangan. Tutu berjalan pelan sekali, selangkah demi selangkah, membawa rumah cangkangnya yang berwarna hijau zamrud. Bagi Tutu, setiap langkah adalah cara untuk menikmati keindahan bunga-bunga di pinggir jalan. Mimi tidak marah meskipun harus menunggu lama. Ia tahu, Tutu selalu datang dengan membawa senyuman yang paling tulus. Persahabatan mereka adalah bukti bahwa perbedaan—yang satu cepat dan yang satu pelan—justru membuat permainan menjadi lebih warna-warni. ### Petualangan Mencari "Buah Berbagi" Dalam buku "Taman Cerita Bersama", kita akan diajak mengikuti petualangan kecil namun bermakna antara Mimi dan Tutu. Suatu sore, mereka menemukan sebuah pohon yang sangat tinggi bernama Pohon Persahabatan. Di dahan terendahnya, hanya ada satu buah apel emas yang bersinar terang. Mimi ingin sekali memakannya karena ia lapar setelah melompat seharian. Tutu pun merasakannya. Namun, mereka sadar, jika salah satu memakannya sendiri, maka kebahagiaannya hanya akan dirasakan oleh satu orang. Di sinilah konflik lembut ini bermula. Bagaimana cara membagi satu kebahagiaan untuk berdua? Dengan bahasa yang sangat sederhana dan menenangkan, cerita ini akan menuntun anak-anak PAUD untuk memahami konsep berbagi. Mimi menggunakan telinganya yang panjang untuk mendengar saran dari angin, sementara Tutu menggunakan kesabarannya untuk memikirkan jalan keluar. Mereka akhirnya belajar bahwa bermain bersama, meskipun dengan satu mainan atau satu makanan, rasanya jauh lebih "kenyang" dan "manis" daripada menikmatinya sendirian. Nyam, nyam, nyam... setengah untuk Mimi, setengah untuk Tutu. Dan keajaiban terjadi! Apel emas itu bukannya habis, malah berubah menjadi ribuan kunang-kunang yang menerangi seluruh Taman Cerita.

Mengapa Buku Ini Wajib Menjadi Teman Tidur Si Kecil? Dongeng "Taman Cerita Bersama: Bermain Sambil Berbagi" bukan sekadar cerita biasa. Ini adalah sebuah pengalaman sensorik untuk anak usia 4-6 tahun. Melalui narasi yang penuh dengan onomatope (kata tiruan bunyi) seperti puk-puk, hap, dan srek-srek, anak-anak diajak untuk aktif berimajinasi sambil tetap menjaga ritme jantung yang tenang untuk bersiap tidur. Buku ini mengajarkan nilai-nilai luhur tanpa kesan menggurui: 1. Kesabaran: Melalui karakter Tutu yang tenang. 2. Kebaikan Hati: Melalui karakter Mimi yang ceria dan peduli. 3. Empati: Bagaimana merasakan kebahagiaan saat melihat orang lain bahagia karena apa yang kita berikan. Gaya bahasanya yang repetitif dan mengalir seperti air sungai yang tenang sangat cocok dibacakan dengan suara pelan dan lembut di bawah lampu kamar yang temaram. Ayah dan Bunda bisa mengajak anak menyentuh ilustrasi yang (bayangkan saja) selembut bulu Mimi, membuat proses membaca menjadi momen bonding yang tak terlupakan.

Mari Bergabung di Taman Cerita! Jangan biarkan malam ini berlalu tanpa keajaiban. Mari ajak si kecil melompat bersama Mimi dan berjalan santai bersama Tutu. Biarkan pesan tentang indahnya berbagi meresap ke dalam mimpi mereka, sehingga esok pagi, mereka bangun dengan hati yang lebih luas dan tangan yang lebih terbuka untuk berbagi kebahagiaan dengan teman-temannya. Segera miliki dan bacakan dongeng "Taman Cerita Bersama: Bermain Sambil Berbagi". Karena setiap anak berhak mendapatkan mimpi seindah awan stroberi di Taman Cerita. Selamat tidur, anak-anak hebat. Sampai jumpa di dunia mimpi yang penuh warna.

#DongengAnak #CeritaPengantarTidur #BelajarBerbagi #DuniaMimiTutu #PendidikanAnakUsiaDini"