← Kembali ke Katalog
Katalog/Anak & Remaja/TUTU SI PENYU BERANI Penyu Kecil Menempuh Laut Luas Demi Keluarga

TUTU SI PENYU BERANI Penyu Kecil Menempuh Laut Luas Demi Keluarga

Kategori: Anak & Remaja, Ceriita Dongeng Anak | Dilihat: 0 Kali

Harga Saat Ini

Rp 8.500 Rp 10.00015%

Preview Audio

Dengarkan cuplikan singkat sebelum membeli.

Preview utama

Detail Produk

Bahasa:Indonesia
Format:MP3
Penulis:Kak Nisa
Narator:Ayu
Durasi:35:19
Penerbit:Duta Ilmu Press
Peringkat:5.00

Share:

Deskripsi

Halo Ayah, Bunda, dan Adik-adik yang manis! Siapkan imajinasi kalian, ya? Pakai kacamata renang khayalan kalian, kencangkan sabuk pengaman di atas punggung lumba-lumba, karena kita akan menyelam ke sebuah petualangan yang sangat... sangat... sangat seru! Ssst… coba dengar baik-baik. Di bawah pasir pantai yang hangat, ada sesuatu yang bergerak-gerak. Srak... sruk... srak... sruk! Bunyinya seperti suara keripik yang diremas, tapi lebih lembut. Kira-kira apa ya itu? Apakah ada monster bawah tanah? Oh, tentu tidak! Tiba-tiba, pop! Sebuah kepala mungil muncul dari dalam pasir. Matanya bulat besar seperti boba cokelat, berkedip-kedip karena silau melihat matahari yang sedang tersenyum cerah.

Inilah dia, sahabat kecil kita, Tutu si Penyu! Tutu adalah seekor bayi penyu hijau yang sangat, sangat lucu. Bayangkan saja, cangkangnya masih lunak, warnanya hijau muda segar seperti daun pisang yang baru tumbuh. Badannya kecil sekali, bahkan mungkin lebih kecil dari telapak tangan Adik-adik! Tapi jangan salah, meski kecil, Tutu punya semangat yang sebesar gunung. Kakinya lebar seperti dayung kecil yang empuk. Plok, plok, plok! Tutu mencoba berjalan di atas pasir pantai yang luas. "Waduh, kenapa pasir ini rasanya seperti kasur yang goyang-goyang?" pikir Tutu sambil berusaha menyeimbangkan tubuhnya. Gubrak! Oh tidak, Tutu terjatuh dan hidung mungilnya terkena pasir. Tapi tenang, Tutu tidak menangis. Dia malah tertawa geli, hi-hi-hi!, lalu bangkit lagi dengan kaki-kaki dayungnya yang menggemaskan.

Misi Besar Si Kecil Tutu Tutu punya sebuah misi rahasia yang sangat penting. Di ujung sana, di mana air laut terlihat berwarna biru cantik seperti sirup permen karet, keluarganya sudah menunggu. Mama Penyu, Papa Penyu, dan Kakak-kakak Penyu sudah lebih dulu berenang di "Istana Arus Hangat". Tutu harus menyusul mereka agar bisa makan malam bersama dengan rumput laut yang lezat. Tapi, perjalanan menuju laut itu ternyata tidak semudah berjalan di atas karpet rumah, lho! Bagi Tutu yang mungil, butiran pasir pantai terasa seperti batu-batu besar. Belum lagi, ada teman-teman baru yang ingin menyapanya. Tiba-tiba, Klak-klak-klak! Muncul seekor kepiting berwarna oranye terang dengan capit yang bergerak-gerak. Namanya Pak Kepi. "Halo Tutu! Mau ke mana kamu buru-buru? Mau ikut lomba lari jalan miring denganku?" tanya Pak Kepi sambil menari-nari lucu. Tutu menjawab dengan sopan, "Maaf Pak Kepi, aku harus segera ke laut. Keluargaku sudah menunggu!" Pak Kepi tertawa sambil memberikan semangat dengan capitnya, "Wah, kamu berani sekali! Hati-hati ya, jangan sampai tergulung ombak yang sedang bersin!"

Menghadapi Sang Raksasa Biru yang Suka Bersin Setelah berjalan cukup lama dengan plok-plok-plok, akhirnya kaki Tutu menyentuh sesuatu yang dingin dan basah. Syuuuur... Air laut datang menyapa jari-jari kakinya. Rasanya dingin, segar, dan membuat Tutu ingin menari. Tapi, tiba-tiba... BUM! Sebuah gelombang besar datang. Bagi kita, itu mungkin ombak kecil, tapi bagi Tutu, itu adalah "Raksasa Biru" yang sedang bersin! Tutu terdorong ke belakang, bergulung-gulung seperti bola pingpong di atas air. Wuuuuzz! "Wahhh! Aku terbang!" seru Tutu. Bukannya takut, Tutu malah merasa sedang naik wahana taman bermain. Saat air mulai tenang, Tutu mulai menggunakan keahlian rahasianya: berenang! Di dalam air, Tutu tidak lagi lambat. Dia bergerak sangat lincah! Wush... wush... Dia melewati terumbu karang yang berwarna-warni seperti pelangi. Ada yang warnanya pink, kuning, bahkan ungu. Dia juga bertemu dengan segerombolan ikan kecil yang bersinar seperti lampu hias. Mereka semua berbisik, "Lihat, itu Tutu si Penyu Berani! Dia sedang mencari keluarganya!"

Mengapa Adik-Adik Harus Mendengar Kisah Tutu? Petualangan Tutu bukan hanya soal berenang, lho. Di sepanjang jalan, Tutu belajar banyak hal. Dia belajar bahwa meski badannya kecil, dia bisa melewati ombak yang besar asalkan dia tidak menyerah. Dia belajar bahwa dunia di bawah laut itu sangat ajaib, penuh dengan tarian ubur-ubur yang mirip lampu lampion dan nyanyian paus yang merdu. Apakah Tutu berhasil menemukan keluarganya di Istana Arus Hangat? Bagaimana cara Tutu menghindari kejaran ikan besar yang ingin mengajaknya main petak umpet (tapi Tutu sedang buru-buru)? Dan yang paling penting, kejutan apa yang disiapkan Mama Penyu saat Tutu akhirnya sampai? Dongeng "Tutu Si Penyu Berani" ini akan membawa Adik-adik merasa seperti ikut menyelam bersama Tutu. Ayah dan Bunda bisa membacakannya dengan suara yang lucu—menirukan suara Pak Kepi yang serak, atau suara Tutu yang imut. Cerita ini penuh dengan tawa, keajaiban, dan pesan hangat tentang betapa hebatnya rasa sayang kepada keluarga. Ayo, Adik-adik! Ambil bantal ternyamanmu, duduk yang rapi, dan bersiaplah untuk menyelam ke laut luas yang biru. Mari kita bantu Tutu menemukan jalan pulangnya dengan semangat "Aku Pasti Bisa!". Jangan sampai ketinggalan, karena Tutu sudah mulai mendayung kakinya lagi... Plok, plok, plok! Sampai jumpa di bawah laut!

#DongengAnak #CeritaPenyu #PetualanganTutu #DongengPAUD #PenyuBerani

Duta Ilmu Press